Dolar Menguat di Atas 100: Implikasi untuk EURUSD dan Pasar Global

Dolar Menguat di Atas 100: Implikasi untuk EURUSD dan Pasar Global

trading sekarang

Menurut analisis Chris Turner, dolar tetap didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan respons mitra dagang AS terhadap mata uang mereka. Kondisi ini menjaga DXY berada di atas level 100 dan memicu ekspektasi bahwa resistance di zona 100.25/50 akan teruji minggu ini. Para pelaku pasar juga mencatat bahwa perluasan basis silang EUR/USD bisa menambah tekanan pada pasangan mata uang berisiko jika dolar tetap kuat.

Faktor-faktor ini membuat fokus pasar beralih pada dinamika kebijakan moneter AS. Pekerjaan AS, laporan JOLTS, ADP, dan payroll Maret menjadi indikator kunci yang dapat mengubah opini tentang kapan Fed akan menambah langkah pengetatan kebijakan. Penopang utama dolar adalah potensi kenaikan pembayaran tenaga kerja yang mendukung proyeksi pengetatan kebijakan.

Selain itu, komentar dari Ketua Federal Reserve Powell dalam diskusi di Harvard menambah fokus pada arah kebijakan. Dalam skenario harga saat ini, DXY cenderung kembali menguji resistance 100.25/50 minggu ini, sementara risiko terhadap aset berisiko tetap relevan bagi investor global. Laporan ini disusun untuk Cetro Trading Insight.

Rangkaian data tenaga kerja AS minggu ini, termasuk JOLTS, ADP, dan payroll Maret, diproyeksikan berpengaruh besar terhadap persepsi pasar tentang langkah Fed. Konsensus untuk NFP Jumat dipatok sekitar +60 ribu pekerjaan dengan tingkat pengangguran 4.4%, yang jika terlampaui bisa memperbesar peluang pengetatan kebijakan. Namun angka di bawah ekspektasi berpotensi melemahkan dolar.

Selain itu, pelebaran cross-currency basis untuk EUR/USD menandakan kondisi pendanaan dolar yang lebih ketat. Pergerakan yang lebih tajam di pasar ini diperkirakan akan berbarengan dengan tekanan pada aset berisiko secara luas. Investor akan menilai apakah tren ini berlanjut seiring pembaruan data dan komentar kebijakan.

Secara keseluruhan, arah EURUSD dan dinamika pasar global sangat bergantung pada jalur kebijakan Fed dan perubahan likuiditas dolar. Jika data tenaga kerja memperkuat ekspektasi pengetatan, EURUSD bisa melemah lebih lanjut terhadap dolar; sebaliknya, data lemah bisa memberi ruang bagi rebound EURUSD. Laporan ini disusun untuk Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia