Dolar Menguat Mendekati Level 100 Didukung Data AS, Pasar Mencermati Sinyal Pemotongan Suku Bunga The Fed

Dolar Menguat Mendekati Level 100 Didukung Data AS, Pasar Mencermati Sinyal Pemotongan Suku Bunga The Fed

DXY dan Inflasi: Katalis utama bagi USD

USD bergerak di sekitar level tertinggi minggu ini seiring serangkaian data AS menunjukkan dinamika yang berimbang, sering disebut sebagai Goldilocks. Aktivitas belanja konsumen tetap kuat, dan data ritel menunjukkan kecepatan pertumbuhan yang konsisten meski moderat. Dalam konteks ini, indeks dolar (DXY) berupaya mempertahankan level di atas 100, meskipun pergerakan bisa rapuh karena tekanan inflasi yang sedang mereda.

Penurunan tekanan inflasi memberi The Fed ruang untuk menilai langkah kebijakan berikutnya. Data PPI jasa turun menjadi 1,0% y/y, level terendah dalam 15 bulan, menandakan perusahaan lebih banyak menahan biaya daripada meneruskannya ke konsumen. Kondisi ini menambah narasi bahwa jalur kenaikan biaya dapat melambat, mendorong pandangan bahwa dolar bisa mengalami tekanan di beberapa titik.

Beige Book Fed Januari mencatat bahwa prospek aktivitas ekonomi yang sedikit lebih optimis di beberapa distrik, dengan sebagian besar wilayah memperkirakan pertumbuhan moderat. Pasar berjangka memperkirakan pemotongan suku bunga tidak akan besar pada tiga pertemuan FOMC berikutnya, meskipun total pemotongan 50 basis poin sepanjang tahun tetap diulas untuk skenario basah. Bahkan proyeksi median FOMC menandakan kemungkinan satu pemotongan 25bp pada 2026, meski jalurnya masih bisa berubah.

Kebijakan Fed, proyeksi pemotongan, dan jalur pasar obligasi

Beige Book Januari menilai bahwa tekanan harga mungkin mereda seiring waktu, memberi The Fed fleksibilitas lebih besar untuk mempertimbangkan langkah pelonggaran jika diperlukan. Namun berita itu juga menekankan bahwa hambatan ekonomi dan volatilitas tetap ada, sehingga keputusan kebijakan cenderung berhati-hati. Investor perlu menyisihkan skenario optimis maupun pesimis dalam menilai arah suku bunga selama beberapa bulan mendatang.

Di pasar kontrak, ekspektasi terhadap pemotongan cenderung moderat. Banyak pelaku pasar melihat peluang potongan 25bp pada pertemuan Juni sebagai pertemuan yang paling mungkin, sementara pemotongan 50bp total sepanjang 2026 lebih banyak dibicarakan sebagai kemungkinan optimis. Rantai proyeksi ini mendorong perdebatan tentang seberapa cepat dolar mungkin menurun seiring ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif.

Secara umum, data inflasi yang lebih lemah meningkatkan argumen bahwa jalur kebijakan The Fed akan melunak jika diperlukan. Namun, para analis menegaskan bahwa jalur ini tidak pasti dan tergantung pada perkembangan indikator harga di bulan-bulan mendatang. Market participants tetap mengaitkan kebijakan moneter dengan dinamika fiskal serta perubahan kebijakan global yang dapat memicu perubahan signifikan dalam penilaian risiko mata uang.

Tekanan politik dan dinamika dominasi dolar

Tekanan politik terhadap The Fed bertindak sebagai hambatan struktural bagi dolar. Contohnya, Polandia menegaskan bahwa mereka memantau dampak pasar dari penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap The Fed menjelang penerbitan utang dolar akhir tahun ini. Meskipun dampak langsungnya relatif kecil, sinyalnya menggarisbawahi bahwa kebijakan di tingkat nasional dapat memengaruhi preferensi mata uang investor asing.

Prediktabilitas kebijakan menjadi faktor kunci bagi negara dalam memilih mata uang untuk pinjaman. Ketidakpastian seputar masa depan kebijakan AS bisa mendorong investor untuk mengalihkan sebagian dana ke instrumen yang dianggap lebih stabil atau lebih transparan. Dalam konteks itu, dominasi dolar mungkin mengalami erosi bertahap meskipun dolar tetap menjadi penopang utama bagi banyak pasar keuangan.

Secara keseluruhan, dinamika ini menandakan bahwa dolar tidak akan tetap monolitik sebagai mata uang cadangan. Investor dan analis akan terus memantau rilis data ekonomi, perubahan kebijakan, serta risiko geopolitik yang bisa mengubah preferensi mata uang. Walau arah jangka menengah cenderung menuju penyesuaian nilai dolar, volatilitas pasar tetap menjadi bagian dari realitas perdagangan internasional.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image