Dolar Menguat Mendekati Level Tertinggi Satu Tahun Didukung PMI AS dan Data Tenaga Kerja

Dolar Menguat Mendekati Level Tertinggi Satu Tahun Didukung PMI AS dan Data Tenaga Kerja

trading sekarang

Indeks dolar AS menguat menuju level tertinggi dalam setahun, tepatnya sekitar 101.40, saat para investor mencerna rilis PMI Global AS yang menunjukkan aktivitas bisnis tetap resilient di tengah dinamika pasar. Momentum ini mencerminkan bahwa dolar bisa menjaga daya tariknya di tengah kabar dari pasar tenaga kerja dan manufaktur. Kondisi ini memperkuat narasi bahwa kebijakan moneter The Fed mungkin tetap pada jalur yang berhati-hati namun tetap support bagi dolar.

Manufacturing PMI untuk Juni meningkatkan ke 55.7, tertinggi sejak Mei 2022, menandakan ekspansi kuat di sektor manufaktur AS. Angka tersebut memberi sinyal bahwa aktivitas produksi tetap menjadi penggerak utama ekonomi, meski tekanan biaya dan permintaan global masih ada. Ekspektasi pasar adalah bahwa data yang solid ini bisa mendukung reli dolar lebih lanjut jika prospek kebijakan tetap konservatif.

ADP Employment Change 4-Week Average naik menjadi 30.75K, menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja tetap kokoh dan mengurangi risiko pelonggaran kebijakan terlalu cepat. Kombinasi PMI dan data ketenagakerjaan memperkuat narasi bahwa pasar kerja AS tidak mudah goyah meskipun ada kekhawatiran global. Laporan ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight.

EURUSD melemah sekitar 0.4% dan menyentuh 1.1380 seiring data Eurozone yang masih melemah. Composite PMI Zona Euro turun menjadi 49.5 di Juni meskipun menunjukkan perbaikan kecil di beberapa komponen, tetap berada di bawah ambang 50.0. Kondisi ini menekankan tantangan yang dihadapi ekonomi regional dan tekanan pada euro.

GBPUSD tertekan di sekitar 1.3200 setelah PMI UK menunjukkan pelemahan signifikan pada sektor jasa, dengan Composite PMI turun menjadi 49.4. Data tersebut memperkuat narasi bahwa pertumbuhan Inggris tetap rapuh di tengah kebijakan suku bunga yang exhaust. Bank of England dipandang cenderung menahan kebijakan lebih lama guna menstabilkan wacana inflasi dan pertumbuhan.

USDJPY bergerak mendekati 161.50 dalam zona netral ketika investor menilai PMI AS, data ADP, serta pandangan kebijakan BoJ. Daya tarik dolar didukung oleh aktivitas Amerika yang kuat, namun detail tenaga kerja PMI membatasi momentum. Yen tetap rentan terhadap risiko intervensi karena levelnya yang historis tinggi.

AUDUSD turun ke level rendah dua bulan sekitar 0.6910 menjelang rilis CPI Australia Mei, menambah tekanan pada mata uang komoditas. Investor memperhatikan bagaimana inflasi domestik akan membentuk kebijakan moneter Reserve Bank of Australia yang akan datang. Pergerakan dolar AS juga membebani aussie, meningkatkan volatilitas di pasar risiko.

WTI Oil berada di kisaran $73.30 per barel karena arus perdagangan melalui Selat Hormuz meningkat menyusul kemajuan pembicaraan antara AS dan Iran. Meskipun ada izin sanksi minyak Iran selama 60 hari yang dikeluarkan AS, pasar tetap berhati-hati terhadap risiko pasokan dan dinamika geopolitik. Keadaan ini menjaga offset risiko terhadap permintaan global.

Emas turun mendekati sekitar $4.120 per troy ounce karena dolar AS yang lebih kuat membatasi potensi kenaikan logam mulia. Sinyal ketat kebijakan Fed mendasari tekanan pada harga emas, meskipun faktor geopolitik tetap menjadi sumber volatilitas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

banner footer