Dolar Menguat Tekan Perak (XAGUSD): Data AS Kuat, Ekspektasi Fed Berubah, Ketegangan Geopolitik

Dolar Menguat Tekan Perak (XAGUSD): Data AS Kuat, Ekspektasi Fed Berubah, Ketegangan Geopolitik

Signal XAG/USDSELL
Open82.200
TP80.100
SL83.600
trading sekarang

Laporan hari ini menunjukkan dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama, dengan indeks DXY mendekati kisaran 99,30 seiring data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Karena perak adalah logam mulia tanpa imbal hasil, kenaikan dolar cenderung menekan daya tariknya bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini memberi tekanan pada harga XAG/USD dalam perdagangan hari ini.

Harga XAG/USD turun mendekati level sekitar 82,20 dolar per ons setelah dolar menguat, mencerminkan respons pasar terhadap perubahan likuiditas global. Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor menilai risiko secara lebih hati-hati ketika dolar berada di posisi yang lebih kuat. Meski begitu volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data penting yang bisa mengubah arah pasar.

Data tenaga kerja dan layanan AS menjadi pendorong utama perubahan harga hari ini. ADP Employment Change menunjukkan penambahan 63 ribu pekerjaan pada Februari, melampaui ekspektasi 50 ribu dan membaik dari angka sebelumnya. Laporan ISM Services PMI naik menjadi 56,1, menegaskan bahwa ekonomi AS tetap kuat. Penopang bagi logam mulia seperti perak adalah tekanan dari potensi pelonggaran kebijakan yang tertunda, yang membuatnya kurang menarik dibanding aset berimbal hasil.

Pasar menilai peluang pemotongan suku bunga pertama dari Federal Reserve akan semakin lambat, dengan proyeksi potongan pertama kemungkinan baru pada September. Selain itu, peluang Fed menahan suku bunga pada pertemuan Juli kini berada di atas 50 persen, sehingga arah kebijakan moneter lebih banyak menggembirakan dolar. Dalam konteks tersebut, perak cenderung berada di bawah tekanan karena relatif kurang menarik dibanding aset berimbal hasil atau dolar yang kuat.

Data inti seperti ISM PMI dan indikator tenaga kerja menambah faktor penentu arah pasar ke depan. Klaim pengangguran awal AS berada di sekitar 213 ribu untuk minggu yang berakhir 28 Februari, menunjukkan pasar kerja tetap solid meski perusahaan berhati-hati soal perekrutan. Hasil-hasil tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa rencana potongan suku bunga akan tertunda lebih lama dari yang diharapkan pasar sebelumnya.

Investasi pasar menantikan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) dan data Penjualan Ritel pada Jumat mendatang untuk memberi petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan tenaga kerja AS dan kemungkinan jalur kebijakan Fed. Analisis ini membantu investor dalam menimbang risiko terhadap perak dan dinamika dolar AS. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

Geopolitik dan Permintaan Safe Haven

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor pendukung bagi permintaan safe-haven, menjaga minat terhadap logam mulia meski dolar sedang kuat. Ketidakpastian regional membuat investor mencari aset yang dianggap lebih aman sebagai pelindung nilai terhadap volatilitas global.

Harapan akan pembuka jalur diplomatik antara Iran dan negara-negara besar sempat meningkat, namun klaim tersebut dibantah otoritas Iran, menjaga potensi ketidakpastian di pasar. Situasi ini memicu fluktuasi aliran modal yang bisa berpengaruh pada harga perak dan aset safe-haven lainnya.

Dengan fokus pada data AS yang akan datang dan dinamika geopolitik, perak tetap rentan terhadap perubahan dolar serta risiko regional. Para analis menekankan bahwa pergerakan harga bisa berubah secara signifikan jika data NFP dan penjualan ritel mengejutkan pasar, atau jika dinamika regional mengalami perubahan mendasar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia