Gubernur Rabobank Jane Foley menilai Pound telah tampil sebagai salah satu mata uang G10 yang relatif kuat belakangan. Analisisnya mencerminkan narasi bahwa ekspektasi pelonggaran kebijakan BoE telah berkurang. Hal ini memberikan dukungan bagi sentimen risiko dan arus modal yang lebih positif pada GBP terhadap beberapa pasangan utama.
Focus utama adalah dinamika kebijakan BoE yang tampak berhenti meski inflasi tetap berpegang pada jalurnya. Inflasi di Inggris masih tertahan di level yang lebih tinggi karena harga energi yang meningkat dan efek biaya gas yang sensitif terhadap kebijakan fiskal. Ketahanan ini menambah tekanan pada kepercayaan investor dan potensi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.
Secara teknis, pasar mata uang menilai peluang bahwa gaya kebijakan BoE akan berubah lebih lambat dari perkiraan awal. Pasar telah menurunkan ekspektasi dua pemotongan suku bunga menjadi satu pemotongan lagi dalam enam bulan ke depan, meskipun volatilitas tetap ada. Perubahan ekspektasi ini membantu pound menguat terhadap beberapa mitra mata uang utama, meskip pun terhadap euro dalam beberapa sesi terbaru.
Pertambahan tekanan pada harga energi akibat konflik regional meningkatkan risiko inflasi di Inggris. Lonjakan biaya gas dan ketahanan permintaan domestik membuat survei inflasi menjadi lebih berisiko tinggi untuk kembali melampaui target. Aspek ini membuat BoE cenderung berhati hati dan menunda pemangkasan lebih lanjut.
Perkembangan ini telah mengubah dinamika pasar. Pasar telah menghapus harapan untuk pemotongan pada bulan tertentu dan menghitung hanya satu pelonggaran lagi pada siklus saat ini. Konsensus ini memperkuat posisi pound relative terhadap mata uang seperti euro yang telah berkinerja kurang baik secara kumulatif.
Implikasi dari perubahan ekspektasi kebijakan adalah peningkatan fokus pasar pada risiko pertumbuhan. Ketidakpastian energi menambah tantangan bagi produksi dan pendapatan konsumen. Investor menilai bagaimana hal ini akan mempengaruhi pendapatan rumah tangga dan kepercayaan bisnis dalam beberapa kuartal mendatang.
Bagi pelaku pasar, pernyataan kebijakan dan dinamika biaya energi meningkatkan volatilitas pada pasaran GBP terhadap mata uang utama lainnya. Ketika inflasi tetap tinggi dan potensi pemangkasan tertunda, GBP dapat mempertahankan arah positif terhadap beberapa pasangan tetapi tetap rentan terhadap kejutan geopolitik maupun rilis data ekonomi domestik.
Dari sisi teknikal, GBPUSD telah menunjukkan pergerakan yang menentu dengan peluang menguji level support di sekitar 1.2450 dan resistance di 1.2600 pada kerangka jam hingga harian. Trader disarankan untuk memantau sinyal harga yang konvergen dengan prospek inflasi dan kebijakan BoE. Posisi long dapat diatur dengan target sekitar 1.2600 dan stop di sekitar 1.2450 untuk menjaga risk reward minimal 1:1.5.
Rekomendasi perdagangan yang lebih eksplisit adalah long pada GBPUSD dengan open 1.2500, tp 1.2600, sl 1.2450. Rencana ini didasarkan pada ekspektasi bahwa pembatasan pemotongan BoE menambah daya tarik GBP jika inflasi tetap terjaga di atas target, sehingga potensi profit dapat melebihi risiko. Namun volatilitas geopolitik dan data ekonomi Inggris tetap menjadi faktor penentu utama. Cetro Trading Insight menyarankan untuk selalu meninjau posisi dan menyesuaikan level stop sesuai pergerakan pasar.