Dolar Terbatas, Pasangan Utama Terkonsolidasi, Emas dan Minyak Menampilkan Pergerakan Beragam

Dolar Terbatas, Pasangan Utama Terkonsolidasi, Emas dan Minyak Menampilkan Pergerakan Beragam

trading sekarang

Indeks Dolar AS (DXY) masih terjebak dalam kisaran dekat 98.10, tidak mampu melanjutkan rebound yang terdahulu. Data AS yang bervariasi dan sinyal imbal hasil yang saling bertentangan membatasi dorongan dolar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika utama pasar hari ini.

Permintaan terhadap aset safe-haven semula meningkat pada sesi awal, tetapi momentum itu mereda saat imbal hasil AS stabil. Investor cenderung menahan posisi long USD tanpa ada katalis baru yang jelas. Kondisi ini menandakan momentum dolar bisa tetap terbatas dalam kisaran saat ini.

Para pelaku pasar menunggu data ekonomi berikutnya untuk memberi arah. Pergerakan dolar tampaknya tetap terhambat dan mendorong pasar ke fase konsolidasi. Pelaku ritel disarankan tetap berhati-hati karena volatilitas bisa melonjak jika data AS berikutnya menambah kejutan.

EUR/USD diperdagangkan dalam kisaran netral mendekati 1.1800, didorong oleh ekspektasi bahwa Zona Euro tetap stabil meskipun risiko inflasi membayangi. Pasangan ini mendapatkan dukungan dari suasana ekonomi zona euro yang relatif seimbang. Namun potensi kenaikan lebih lanjut terbatas karena ECB menjaga nada berhati-hati terkait inflasi.

GBP/USD berada pada posisi stabil di sekitar 1.3570, meskipun kekhawatiran terhadap pertumbuhan Inggris dan inflasi tetap ada. Nada BoE dipandang seimbang, mencegah gerak tajam ke arah mana pun. Investor tetap memperkirakan volatilitas rendah sepanjang hari.

USD/JPY berada di zona hijau dengan posisi di atas 159.00, meski momentum kenaikannya relatif terbatas. Yen mendapat dukungan sesekali dari aliran safe-haven saat risiko global tetap menjadi fokus pasar. Di sisi lain, AUD/USD melaju melampaui 0.7170 menjelang laporan pekerjaan Maret Australia yang diperkirakan naik sekitar 20 ribu posisi pekerjaan dengan tingkat pengangguran sekitar 4.3%.

WTI minyak tetap berfluktuasi, memulihkan sebagian besar kerugian intraday dan diperdagangkan di sekitar 91.20 dolar per barel. Pasokan global tetap menjadi fokus utama pasar akibat potensi gangguan melalui Selat Hormus. Namun volatilitas bisa meningkat jika risiko geopolitik meningkat di wilayah tersebut.

Harga emas sekitar 4.795 dolar AS per ounce setelah sempat turun dari level 4.870. Ketidakpastian geopolitik mendukung logam kuning meskipun imbal hasil yang stabil membatasi daya dorong ke atas. Pelaku pasar menilai kemungkinan konsolidasi berlanjut hingga data kebijakan dan data ekonomi berikutnya memberikan petunjuk arah.

Katalis berikutnya datang dari kalender ekonomi dan pertemuan kebijakan utama yang dijadwalkan pekan ini. Investor akan menimbang laporan pekerjaan Australia, pertumbuhan UK, dan pernyataan kebijakan dari IMF/ECB untuk memahami arah pasar. Rilis data inflasi dan perkembangan geopolitik akan menentukan arah bagi logam mulia, minyak, dan pasangan mata uang utama.

broker terbaik indonesia