USD/JPY terlihat tidak mampu melanjutkan kenaikan kecil yang sempat terjadi pada hari sebelumnya. Pasangan ini menghadapi tekanan jual baru saat sesi Asia berlangsung pada hari Kamis. Para pelaku pasar menantikan konfirmasi lebih lanjut terkait dinamika diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang menambah volatilitas pasangan mata uang tersebut. Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai berpotensi mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Harapan diplomasi antara kedua negara menekan ekspektasi adanya kebijakan moneter hawkish dari Federal Reserve. Ketidakpastian seputar bagaimana negosiasi akan berjalan mempengaruhi persepsi inflasi dan jalur suku bunga AS. Di sisi lain, harga minyak yang masih dekat level rendah-baris tiga minggu memunculkan peluang terhadap pelemahan dolar lebih lanjut. Ketika inflasi terlihat lebih terkendali, beban bagi kebijakan Fed cenderung berkurang.
Intervensi potensial oleh otoritas Jepang juga memberikan dukungan terbatas pada JPY, meskipun risiko di Hormuz menjaga momentum kenaikan terbatas. Gangguan pasokan minyak dari wilayah tersebut berisiko menambah tekanan terhadap ekonomi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi. Secara keseluruhan, dinamika regional tetap membentuk arah USD/JPY dalam jangka pendek meskipun koreksi teknikal bisa terjadi.
Secara lebih luas, pergerakan spot USD/JPY berada dalam kisaran yang relatif luas selama sekitar sebulan terakhir. Ketidakpastian geopolitik dan perkembangan likuiditas global menahan tren besar pada pasangan ini. Banyak investor memilih menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum menimbang posisi baru, terutama jika sentimen risk-on tidak tertinggi.
Indikator utama seperti DXY berada di dekat level terendah sejak Maret, sejalan dengan optimisme atas negosiasi AS-Iran. Ketika pasar menilai potensi perbaikan hubungan damai, tekanan pada dolar cenderung berkurang. Namun, faktor teknikal dan level resistensi di sekitar paruh pertengahan kisaran sebelumnya tetap menjadi hambatan bagi pergerakan yang signifikan.
Di samping itu, risiko di Selat Hormuz tetap menjadi faktor utama yang dapat membatasi pergerakan USD/JPY. Ketidakpastian pasokan minyak menambah volatilitas pasar energi, yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter global. Secara keseluruhan, meski sentimen pasar bisa membaik, jalur risiko tetap mempertahankan volatilitas di sekitar pasangan ini.