
BBH melalui analis Elias Haddad menyoroti bagaimana ketegangan terkini antara AS dan Iran telah memberi dukungan bagi dolar, minyak, dan imbal hasil obligasi global. Ketegangan geopolitik sering memicu persepsi risiko yang menarik aliran ke aset-aset utama, termasuk mata uang utama. Dalam konteks ini, jalur kebijakan Federal Reserve yang lebih restriktif dianggap menambah dorongan terhadap kekuatan dolar.
Data tenaga kerja AS untuk April, terutama indikator JOLTS, menunjukkan tanda-tanda pasar kerja yang relatif stabil. Tingkat perekrutan turun dari 3,5% di Maret menjadi 3,2% di April. Meski demikian, permintaan tenaga kerja tetap kukuh dengan lonjakan jumlah lowongan yang mencapai 4,6% di April.
Para analis menegaskan bahwa fokus kini beralih ke laporan ADP Mei, ISM Services, dan Beige Book untuk mengonfirmasi narasi makro. Proyeksi ADP menunjukkan tambahan pekerjaan swasta sekitar 120 ribu, melampaui angka April sebesar 109 ribu. Sisi inflasi juga menjadi perhatian melalui sub-indeks Prices Paid ISM Services yang diperkirakan naik menjadi 72,3, menunjukkan adanya risiko tekanan inflasi yang lebih besar.
Harga minyak mentah melanjutkan kenaikan kemarin, sementara imbal hasil obligasi global menguat dan dolar bergerak lebih tinggi terhadap mayoritas mata uang utama. Dinamika ini mencerminkan reaksi pasar terhadap gejolak geopolitik dan prospek permintaan minyak di tengah kebijakan moneter yang ketat.
Kondisi makro yang membentuk kebijakan Fed yang lebih restriktif dipandang sebagai faktor pendorong utama bagi penguatan dolar. Dukungan geopolitik dan perubahan imbal hasil turut menambah tekanan pada kurs dolar terhadap berbagai pasangan mata uang utama.
Ketegangan antara AS dan Iran tentang lalu lintas di Selat Hormuz meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak, yang berpotensi menguatkan volatilitas di pasar komoditas dan utamanya minyak. Ketidakpastian ini juga berimplikasi pada persepsi risiko global dan pergerakan imbal hasil di pasar obligasi.
Investor menaruh perhatian pada rilis data bulan Mei seperti ADP private payrolls dan ISM Services, serta pembaruan Beige Book yang akan memberi konteks terhadap aktivitas ekonomi AS. Penantian ini bisa memicu pergerakan volatil pada pasar forex dan komoditas bila data mengejutkan.
Beberapa angka yang menjadi fokus antara lain ADP private payrolls diperkirakan bertambah sekitar 120 ribu pekerjaan, sementara tingkat lowongan kerja terlihat tetap di sekitar 4,6%. ISM Services diprediksi naik menjadi 53,8, dengan Prices Paid berada di sekitar 72,3, menandakan tekanan biaya yang masih membebani inflasi.
Hasil dari data ini akan menguatkan atau menantang narasi makro saat ini. Jika data menunjukkan kekuatan pasar kerja yang berkelanjutan dan tekanan inflasi yang tetap, ekspektasi terhadap kebijakan Fed bisa menguat, yang pada akhirnya meningkatkan volatilitas dolar dan dinamika pasar secara luas.