
Menurut Cetro Trading Insight, data CPI May menunjukkan Headline CPI naik 0,5% mom dan 4,2% yoy, sedangkan core CPI bertahan lebih lemah dengan kenaikan 0,2% mom. Energi menjadi faktor pendorong utama, dengan kenaikan hampir 4% bulan ini dan gasoline naik sekitar 40% YoY. Meskipun laju inflasi inti lebih lemah dari ekspektasi, dinamika harga energi tetap menjadi pembebani utama bagi pasar.
Pergerakan harga memperlihatkan bahwa efek disinflasi tidak cukup menahan volatilitas. Pasar menilai bahwa jalur kebijakan bank sentral akan tetap data-driven, meski peluang kenaikan suku bunga di sisa tahun ini menipis. Investor menimbang bahwa lompatan energi akan menguji prospek permintaan dan pertumbuhan.
Dow Jones turun sekitar 1,2% pada perdagangan hari Rabu, menutup di sekitar 50.250 setelah sempat menyentuh terendah 50.150. Tekanan pada indeks datang dari dinamika risiko yang tidak terduga terkait geopolitik, lebih kuat daripada respons CPI yang relatif netral. Momentum kedudukan menunjukkan penjualan lebih lanjut di tengah kecurigaan bahwa risiko geopolitik akan tetap tinggi.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan DJIA | ≈50.250 |
| Terendah sesi | 50.150 |
| EMA 50 hari | ≈49.700 |
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat ketika sebuah helikopter Apache AS ditembak jatuh di awal pekan. Washington menuduh drone Iran bertanggung jawab dan membalas dengan serangan terhadap fasilitas udara dan radar di dekat Bandar Abbas serta Qeshm.
Harga minyak tetap tinggi, dengan WTI berada di sekitar 90 dolar AS per barel dan Brent mendekati 93 dolar, mencerminkan risiko pasokan yang lebih besar. Pergerakan ini menambah volatilitas di pasar energi dan memperburuk persepsi risiko bagi pasar keuangan secara umum.
Hasilnya, pasar menimbang bahwa ketidakpastian politik kini menjadi faktor utama, bukan sekadar data ekonomi domestik. Ketidakpastian geopolitik menggeser fokus investor dari disinflasi ke perlindungan risiko.
Dari sisi teknikal, tren harian Dow Jones menunjukkan bahwa uptrend rapuh meskipun tetap berada di atas EMA 50 hari sekitar 49.700. Momentum melemah, dengan Stochastic RSI turun dari wilayah overbought dan menunjukkan aksi jual yang dominan di sesi terakhir.
Rintangan penting berada pada zona 50.750–50.900, yang jika berhasil ditembus bisa membuka peluang menuju 51.400. Namun penutupan di bawah 50.150 akan menguatkan risiko menuju 50.000 sebagai level teknis kunci.
Untuk posisi jual, entry sekitar 50.250 dengan target 50.000 dan batas kerugian 51.500 direkomendasikan. Rasio risiko-imbalan mendekati 5:1, memberi ruang bagi fluktuasi sambil menjaga eksposur risiko.