Kontrak berjangka Dow Jones turun sekitar 0,5% ke level sekitar 49.450 sepanjang sesi Eropa, diikuti penurunan S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing mendekati 6.960 dan 25.720. Pergerakan ini mencerminkan peningkatan kehati-hatian di kalangan pelaku pasar yang menimbang risiko geopolitik serta prospek kebijakan moneter The Fed.
Gejolak terkait Iran dan opsi kebijakan yang sedang dipertimbangkan Presiden AS menambah kilatan risiko di pasar global. Investor menilai bagaimana dinamika geopolitik dapat mempengaruhi arus modal dan volatilitas harga aset berisiko.
Di tengah suasana tersebut, para pelaku pasar menantikan rilis pendapatan perusahaan besar AS serta data inflasi yang berpotensi membentuk arah kebijakan moneter. Ketidakpastian ini mempertahankan sentimen defensif di pasar saham dan kontrak berjangka.
Pasar menunjukkan ekspektasi bahwa kebijakan The Fed masih bisa tetap dovish jika laporan tenaga kerja Desember menunjukkan pelemahan lebih lanjut. Alat pasar berjangka memperlihatkan peluang tinggi bahwa suku bunga tidak akan berubah pada pertemuan akhir Januari.
Nonfarm Payrolls Desember berada pada 50.000, lebih rendah dari revisi November maupun proyeksi pasar yang sekitar 60.000; sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%. Data ini menambah gambaran bahwa tekanan pada pasar tenaga kerja bisa meredam langkah agresif kebijakan moneter.
Presiden Fed Richmond Tom Barkin menyatakan penurunan tingkat pengangguran cukup signifikan meski pertumbuhan lapangan kerja bersifat moderat dan terdapat ketidakpastian mengenai rekrutmen di luar sektor kesehatan serta AI. Ia menekankan bahwa rencana kebijakan lain masih bergantung pada perkembangan tenaga kerja dan inflasi.
JPMorgan Chase, Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, Morgan Stanley, dan Goldman Sachs dijadwalkan melaporkan hasil minggu ini, diikuti oleh laporan Bank of New York Mellon, BlackRock, dan PNC Financial. Hasil ini diharapkan menjadi penentu arah pasar menyusul situasi makro yang sedang berkembang.
Investor akan menilai bagaimana perusahaan-perusahaan besar tersebut menggambarkan prospek pendapatan serta panduan ke depan, terutama dalam konteks volatilitas terkait eskalasi geopolitik dan perubahan kebijakan moneter. Rilis pendapatan ini juga akan mempengaruhi ekuitas berisiko secara luas.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar diperkirakan tetap dipengaruhi dinamika inflasi, kinerja pekerjaan, dan isyarat dari bank sentral. Meskipun beberapa tanda dovish muncul, risiko global tetap menjadi faktor penentu arah pasar dan menuntut kehati-hatian bagi investor.