Sentimen di pasar valuta asing terhadap pasangan EURUSD menunjukkan dinamika yang relatif berhati-hati pada awal periode perdagangan terbaru, terutama karena data ekonomi zona euro masih terbatas. Analisis dari para ahli menunjukkan peluang EURUSD untuk bergerak ke level 1,16 jika risiko politik terkait kebijakan The Fed mereda. Ada juga potensi mencapai target 1,17–1,1750 jika sentimen risiko menurun dan pelaku pasar kembali memberikan kepercayaan pada reli mata uang utama ini.
Dalam konteks risiko global, Franc Swiss (CHF) muncul sebagai mata uang safe-haven dengan kinerja yang impresif, menegaskan perannya sebagai pelindung nilai terhadap ketidakpastian kebijakan The Fed. Pergerakan CHF yang kuat mencerminkan preferensi investor terhadap aset yang cenderung stabil saat volatilitas meningkat. Sementara itu, euro tetap dipengaruhi oleh dinamika regional yang membentuk volatilitas jangka pendek di pasar forex.
Pasar terlihat berada dalam mode menunggu dan melihat, dengan fokus pada implikasi nyata dari langkah kebijakan dan retorika otoritas moneter. Perkiraan arah jangka pendek EURUSD sangat bergantung pada bagaimana faktor-faktor eksternal, terutama pernyataan dan tindakan bank sentral, akan membentuk ekspektasi investor ke depan.
Menurut proyeksi teknikal dan analisis pasar, EURUSD berpotensi menguji level 1,16 dalam waktu dekat jika risiko kebijakan The Fed mereda. Peluang untuk melanjutkan reli menuju 1,17–1,1750 juga terlihat, asalkan tekanan eksternal mereda dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter tetap terjaga. Kondisi ini menekankan adanya peluang upside yang terbatas namun tetap signifikan jika faktor pendukungnya kuat.
Namun, terdapat risiko geopolitik yang dapat mengubah arah pergerakan harga secara mendadak. Ketidakpastian terkait Greenland dapat memicu volatilitas tambahan dan potensi pembalikan harga ke sekitar 1,15–1,1580. Secara keseluruhan, bias bullish menuju 1,17–1,1750 dipertahankan sebagai skenario utama untuk periode ini, selama faktor eksternal tidak menimbulkan ketidakpastian baru.
Para pelaku pasar perlu berhati-hati terhadap perubahan sentimen, karena dinamika kebijakan The Fed, data domestik, dan komentar pejabat ECB berpotensi mengubah prospek jangka pendek. Kunci bagi trader adalah menilai konstelasi risiko dan menjaga kesiapan untuk jika harga menembus level resistance atau support penting yang bisa meningkatkan volatilitas.
Di sisi risiko kebijakan, ancaman AS untuk secara paksa mencaplok Greenland tetap menjadi faktor risiko bagi euro dan mata uang terkait. Ketidakpastian tersebut bisa memicu pergerakan spekulatif dan kemungkinan intervensi FX oleh bank sentral, yang berpotensi mempengaruhi likuiditas pasar valuta asing. Para pelaku pasar menimbang dampak tindakan kebijakan terhadap spread dan volatilitas jangka pendek.
Sementara itu, pergerakan forward krone Denmark menunjukkan adanya aktivitas lindung nilai yang meningkat, mengindikasikan adanya skenario protektif maupun spekulatif yang sedang dipertimbangkan. Meskipun demikian, data domestik untuk euro minggu ini relatif minim, sehingga fokus pasar tetap pada pidato pejabat ECB dan sinyal kebijakan yang akan datang dari The Fed.
Dengan para pembicara ECB yang dijadwalkan dan kurangnya ketidaksepakatan yang terlihat belakangan ini, pasar cenderung menghindari perubahan harga besar hingga ada sinyal baru. Secara umum, pandangan pasar menunjukkan EURUSD bisa bergerak dengan bias bullish menuju 1,17–1,1750 selama risiko The Fed dapat dihilangkan secara bertahap dalam beberapa sesi perdagangan.