Dow Jones Industrial Average menguat sekitar 500 poin pada hari Selasa, menandai upaya pemulihan pasar di akhir bulan Maret. Nasdaq Composite rebound sekitar 2% dalam reli luas, sementara S&P 500 bertambah sekitar 1,5%. Berita terkait kemungkinan penyelesaian konflik AS-Iran memberi elemen positif bagi investor yang sebelumnya menjauhi risiko.
Tekanan teknikal terlihat jelas pada sektor teknologi yang memimpin pantulan pasar. Nvidia naik sekitar 1%, Microsoft bertambah 2%, dan Oracle naik 2,6% meskipun ada laporan pengurangan tenaga kerja dalam skala besar. Pergerakan saham-saham unggulan ini menambah dinamika positif bagi indeks utama.
Secara teknikal, analis menyoroti dinamika chart 5-menit di mana moving average 50-periode memberikan dukungan dinamis sepanjang sesi. Stochastic RSI berada di wilayah netral di sekitar 68, menandakan kondisi yang seimbang namun dengan ruang bagi pergerakan lanjutan. Para trader memantau level support dan resistance untuk menginformasikan langkah pembelian atau penjualan dalam beberapa jam mendatang.
Brent naik sekitar 4% dan diperdagangkan di atas 117 dolar per barel, sementara WTI melampaui 103 dolar per barel. Perkembangan geopolitik baru-baru ini menjaga pasar energi tetap tertopang meski ada tanda-tanda perbaikan hubungan diplomatik. Pasar energi menjadi salah satu penopang utama kinerja indeks selama bulan ini.
Nilai energi yang tinggi berdampak pada sektor terkait dan biaya tenaga kerja; harga minyak yang lebih tinggi turut mendorong tekanan inflasi harga konsumen. Konsumen juga melihat lonjakan inflasi ekspektasi, dengan laporan gas harga naik lebih dari 4 dolar per galon untuk pertama kalinya sejak 2022. Indikator lain menunjukkan dinamika yang campur aduk antara pertumbuhan dan biaya.
Selama Maret, sektor energi mencatat kinerja terbaik dengan peningkatan sekitar 12,5%, sedangkan sektor industri mengalami penurunan. Keterangan tersebut melengkapi gambaran bahwa momentum pasar sedang bergantung pada perkembangan energi dan kebijakan terkait. Analis menekankan pentingnya pemantauan data makro lainnya untuk menilai keberlanjutan pemulihan.
Minggu ini akan disibukkan laporan ADP Employment Change serta ISM Manufacturing PMI, disusul data penjualan ritel dan Nonfarm Payrolls pada Jumat. Pasar menilai spekulasi bentuk kenaikan pekerjaan swasta dan karyawan, serta bagaimana itu mencerminkan kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Investor berharap sinyal yang membantu menilai keseimbangan antara pertumbuhan dan inflasi.
Libur Good Friday membuat likuiditas pasar berkurang dan reaksi atas data mungkin tertunda hingga Senin berikutnya. Perdagangan dapat mengalami opening gaps yang signifikan bila angka NFP mengejutkan, baik positif maupun negatif. Kondisi ini menambah volatilitas di beberapa kelas aset, termasuk saham, obligasi, dan komoditas.
Dalam panorama pasar saat ini, fokus tetap tertuju pada bagaimana data pekerjaan memengaruhi pandangan terhadap kebijakan moneter dan korelasi antara risiko dan peluang. Risikonya adalah pergerakan harga yang lebih besar daripada biasanya jika data mengejutkan pasar. Secara umum, investor disarankan untuk menyusun rencana manajemen risiko yang jelas dalam periode volatilitas mendekati rilis data.