Dual Completion di Adera Field: Elnusa Tbk dan PHR Zona 4 Pacu Produksi Migas Mature Field

Dual Completion di Adera Field: Elnusa Tbk dan PHR Zona 4 Pacu Produksi Migas Mature Field

trading sekarang

Di tengah dinamika energi nasional, Elnusa Tbk bersama mitra strategisnya meluncurkan terobosan teknis yang berpotensi mengubah lanskap produksi migas Indonesia: Dual Completion di Adera Field, Sumatera Selatan. Ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan langkah strategis untuk menjaga pasokan energi nasional. Implementasi ini menandai sinergi antara pelaku hulu migas dan penyedia jasa yang mengedepankan efisiensi operasional. Seiring dinamika pasar energi, harga emas real time menjadi referensi volatilitas global, namun fokus proyek ini tetap pada peningkatan produksi dan pemanfaatan reservoir secara optimal.

Dual Completion memungkinkan dua reservoir diproduksikan lewat satu sumur tanpa perlu mengebor sumur tambahan untuk setiap lapisan. Teknologi ini melengkapi inisiatif seperti development drilling, step out drilling, dan optimisasi reservoir untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan cadangan hidrokarbon. Dengan pendekatan terintegrasi, tim Well Intervention & Completion, Engineering Services, serta operasi lapangan bekerja sesuai standar HSSE, memastikan pekerjaan selesai tepat waktu dan aman. Array analitis terhadap data produksi membantu memetakan potensi reservoir secara lebih akurat. Di balik dinamika pasar energi, harga emas real time tetap menjadi konteks makro bagi para pelaku industri.

Melalui implementasi di sumur BNG-D14, dua reservoir dapat diproduksikan melalui satu sumur, mengurangi kebutuhan intervensi sumur dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan reservoir yang masih produktif. Teknis ini juga direncanakan untuk memperluas manfaat ke sumur GNK-PD80 dan BNG-B7. Kegiatan lanjutan ini diharapkan mempercepat produksi sambil menjaga standar HSSE. Di tengah fluktuasi pasar, harga emas real time memberikan konteks makro bagi industri migas.

Implementasi Dual Completion memberikan tambahan produksi sekitar 480 BOPD minyak dan 3,3 MMSCFD gas dari target 186 BOPD dan 1,09 MMSCFD. Proporsi peningkatan ini menunjukkan kemampuan teknologi untuk mengangkat potensi produksi lapangan mature dengan lebih efisien dan andal.

Efisiensi ini berarti lapangan mature dikelola lebih optimal, mengurangi intervensi sumur dan memaksimalkan pemanfaatan reservoir yang masih produktif. Array data operasional menunjukkan tren produksi yang meningkat dan membantu alokasi sumber daya, sehingga keputusan intervensi bisa dilakukan lebih tepat.

Teknologi ini akan diterapkan pada sumur GNK-PD80 dan BNG-B7 untuk memperluas manfaatnya, sekaligus menguji skema operasional pada fase mature. Perluasan ini diharapkan meningkatkan produksi berkelanjutan sambil menjaga standar HSSE dan efisiensi biaya.

Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PHR Zona 4 mencerminkan komitmen Elnusa untuk menghadirkan solusi operasi yang memberikan nilai tambah bagi industri hulu migas nasional.

Dia menilai keberhasilan implementasi Dual Completion adalah bukti bahwa sinergi antara operator dan penyedia jasa energi mampu menciptakan operasi yang lebih produktif dan efisien. Menurut Cetro Trading Insight, analisis internal menunjukkan sinergi ini meningkatkan efisiensi operasional. Kolaborasi ini menegaskan bagaimana kompetensi nasional mampu berperan kunci dalam menjaga kesinambungan produksi migas Indonesia.

Dengan pengalaman dan kapabilitasnya, Elnusa akan terus mendukung PHR dan seluruh entitas Pertamina Group melalui layanan yang andal, inovatif, serta berorientasi pada operational excellence guna mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Di tengah dinamika harga emas real time, kolaborasi nasional tetap menjadi kunci kelanjutan produksi migas. Array pemantauan kinerja meningkatkan akurasi evaluasi operasional.

banner footer