Dukungan Likuiditas PBoC Dorong Permintaan Obligasi China di Hong Kong di Tengah Deflasi

Dukungan Likuiditas PBoC Dorong Permintaan Obligasi China di Hong Kong di Tengah Deflasi

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, Bob Savage, Kepala Strategi Makro Pasar di BNY Mellon, melaporkan minat kuat terhadap obligasi China yang diterbitkan di Hong Kong. Imbal hasil turun ke level terendah dekade setelah PBoC menambah likuiditas menjelang Tahun Baru Imlek. Secara spesifik, imbal hasil 2Y sekitar 1.38%, 3Y 1.40%, dan 5Y 1.57%.

Sementara itu, CPI China Januari menunjukkan kenaikan 0.2% secara tahunan dan PPI turun 1.4% yoy, mengindikasikan dominasi tekanan deflasi. Kondisi ini memperkuat dorongan untuk kebijakan makro yang lebih proaktif dari pihak berwenang karena permintaan domestik dan laba industri tetap lemah. Pasar menilai bahwa kebijakan stimulus lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan.

Permintaan obligasi offshore tetap kuat meski deflasi berlanjut; aliran pembiayaan Hong Kong tercatat sekitar ¥14 miliar dengan rasio bid/cover 3.94. PBoC menambah likuiditas sehingga overnight rate berada di sekitar 1.37%. Nilai tukar CNY mendekati datar di sekitar 6.91.

Instrument2Y3Y5Y
Hong Kong Bonds1.38%1.40%1.57%
Overnight1.37%

Pada Januari, inflasi konsumen China naik 0.2% secara tahunan, lebih rendah dari bulan Desember 0.8% dan di bawah ekspektasi 0.4%. Data ini menandakan tekanan harga yang menurun dan memperlihatkan tren deflasi yang berkelanjutan. Meski demikian, laju inflasi inti tetap rendah sehingga ruang bagi kebijakan ekspansif tetap terbuka.

Indeks harga produsen (PPI) turun 1.4% YoY, memperpanjang tren deflasi meskipun ada sedikit perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan PPI juga terkait pada harga komoditas global yang menekan biaya produksi. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan bagi pemerintah untuk menempuh langkah makro yang lebih proaktif.

Para pejabat telah berkomitmen pada kebijakan makro yang lebih proaktif karena ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan serta lemahnya permintaan domestik yang terus menekan tekanan harga dan laba industri.

Kombinasi likuiditas PBoC dan tekanan deflasi menciptakan lingkungan kompleks bagi pasar obligasi China. Pergerakan imbal hasil di Hong Kong mencerminkan minat investor global terhadap aset negara, meski dinamika permintaan domestik yang lemah membatasi potensi upside.

Dalam konteks sinyal perdagangan, artikel ini lebih menekankan faktor fundamental makro dibanding peluang trading spesifik pada instrumen tertentu. Karena itu, sinyal perdagangan yang konkret tidak dapat ditarik dari informasi ini.

Dengan prospek kebijakan yang lebih proaktif dan tekanan deflasi yang berlarut, risiko-risiko relatif bagi investor obligasi China berada dalam fokus. Investor disarankan memantau kebijakan dan respons pasar menjelang libur tahun baru serta perubahan data inflasi dan PPI.

broker terbaik indonesia