Data pesanan barang tahan lama di Amerika Serikat Desember menunjukkan kontraksi yang lebih kecil dari perkiraan. Laporan dari U.S. Census Bureau pada hari Rabu menyatakan pesanan baru turun 1,4% menjadi 319,6 miliar dolar. Angka ini mengikuti lonjakan 5,4% bulan sebelumnya dan berada di atas ekspektasi pasar untuk kontraksi sekitar 2,0%.
Ketika transportasi dikecualikan, pesanan baru naik 0,9%. Namun ketika komponen pertahanan dikecualikan, pesanan baru turun 2,5%. Penurunan terutama didorong oleh perlambatan pada peralatan transportasi, yang turun 5,3% menjadi 113,5 miliar dolar, setelah dua dari tiga bulan terakhir mengalami penurunan.
Menurut rilis pers, data ini menyoroti variasi permintaan antar sektor. Angka tersebut juga sering direvisi, menambah dinamika ketidakpastian bagi ekonom. Secara keseluruhan, laporan menggambarkan dinamika belanja modal yang masih tidak seragam, meski beberapa komponen menunjukkan kekuatan.
Respons pasar terhadap data ini terlihat pada pergerakan indeks dolar AS (DXY), yang berada dalam zona positif di kisaran rendah 97,00-an. Setelah rilis, DXY menguat menuju wilayah 97,30 sebagai patokan intraday. Pembacaan ini memperkuat narasi bahwa dolar dapat tetap kuat di jangka pendek.
Ketidakkonsistenan data antar komponen menambah tantangan bagi peramalan jangka pendek. Meskipun pesanan baru tanpa transportasi meningkat 0,9%, pesanan inti karena transportasi dan pertahanan menunjukkan tekanan negatif. Perubahan tersebut mencerminkan dinamika permintaan domestik yang masih bergantung pada faktor produksi dan kebijakan fiskal.
Pelaku pasar juga memantau implikasi bagi imbal hasil obligasi dan harga saham, karena perubahan pesanan barang tahan lama dapat mempengaruhi ekspektasi pertumbuhan. Penguatan DXY seringkali menekan logam mulia dan mata uang berdenyut terhadap dolar. Investor perlu mempertimbangkan arus data berikutnya saat membangun posisi di mata uang utama.
Analisis ini menyoroti arah dolar AS dalam kerangka jangka pendek. Data pesanan barang tahan lama yang lebih lemah dari ekspektasi dapat memperkuat potensi volatilitas bagi dolar, meskipun beberapa komponen menunjukkan kekuatan yang berbeda. Dengan DXY berada di kisaran 97,30, narasi mata uang cenderung mengarah pada pergerakan sideways dengan peluang breakout. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Rencana trading yang disarankan adalah fokus pada arah dolar pada perdagangan sesi berikutnya. Mengingat DXY berada di level sekitar 97,30, skenario long dengan target di sekitar 98,50 dan stop di 96,90 menawarkan potensi risiko-imbalan lebih dari 1:1,5. Gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan profil risiko Anda dan tetap waspada terhadap kejutan rilis data berikutnya. Analisa teknikal juga bisa dipakai untuk konfirmasi peluang ini, seperti pola breakout di atas resistance dekat 97,50. Namun, karena fokus utama adalah data makro, trader disarankan untuk menggabungkan volatilitas pasar dengan manajemen risiko yang ketat.
Peringatan risiko: pergerakan dolar bisa kebalik jika data berikutnya mengejutkan. Strategi ini tidak bersifat rekomendasi untuk semua investor, melainkan kerangka untuk evaluasi potensi peluang. Selalu lakukan due diligence sebelum menempatkan order.