
Indeks Dolar AS DXY bergerak melemah di sekitar level 98,10 karena pasar menimbang berita yang berubah cepat terkait kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan ini mencerminkan dampak dari sentimen risiko yang lebih positif dibandingkan sebelumnya, namun tetap ada ketidakpastian yang signifikan.
Optimisme semula muncul ketika laporan menunjukkan adanya kemajuan menuju kesepakatan sementara yang berpotensi membuka kembali Terusan Hormuz dan menurunkan ketegangan di wilayah Teluk. Pasar berharap langkah tersebut bisa menstabilkan arus perdagangan energi dan pasar keuangan global.
Selanjutnya nafsu risiko terasa terbatas karena perbedaan pendapat yang masih substansial, terutama soal akses maritim, relief sanksi, dan kondisi keamanan yang lebih luas. Iran dilaporkan menolak beberapa bagian kerangka kerja pembukaan kembali Terusan Hormuz, sehingga ketidakpastian meningkat.
EURUSD diperdagangkan di sekitar level 1,1740, menghapus sebagian besar kerugian intraday berkat penurunan permintaan pelindung risiko. Pelemahan tekanan pada dolar global membantu mata uang euro mempertahankan momentum moderat.
GBPUSD turun ke sekitar 1,3570, mengurangi reli kemarin meskipun kekhawatiran global masih membayangi pergerakan pasar. Sentimen investor tetap berisiko karena kabar kebijakan dan gejolak regional yang sedang berlangsung.
USDJPY naik ke sekitar 156,80 seiring imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dan ketidakpastian seputar perkembangan di Timur Tengah. AUDUSD turun mendekati 0,7220 meskipun harga minyak lebih rendah mendukung mata uang terkait komoditas.
Minyak WTI tetap sangat volatil di sekitar 96,30 dolar per barel setelah sempat turun lagi pada sesi awal karena optimisme soal kesepakatan damai, lalu pulih karena berita bahwa negosiasi tetap rapuh. Pergerakan harga minyak mencerminkan dinamika risiko geopolitik dan arus permintaan global yang masih berubah-ubah.
Logam mulia kuning diperdagangkan mendekati 4.710 dolar per ons, tertahan oleh berkurangnya permintaan sebagai pelindung risiko selain adanya ketidakpastian hasil negosiasi.
Yang akan datang di agenda pekan ini antara lain rilis Produksi Industri Jerman untuk Maret, Neraca Perdagangan Zona Euro untuk Maret, data pekerjaan Kanada, dan laporan Nonfarm Payrolls AS. Rilis data penting tersebut dapat mengubah arah sentimen dan volatilitas di pasar keuangan global.