DXY Menguat Dekat 99,90: Dolar Menguat, GBPUSD Tertekan, dan Emas Terseret di Tengah Ketegangan Geopolitik

DXY Menguat Dekat 99,90: Dolar Menguat, GBPUSD Tertekan, dan Emas Terseret di Tengah Ketegangan Geopolitik

Signal XAU/USDSELL
Open4380
TP4200
SL4500
trading sekarang

Analisa Pasar Global Hari Ini oleh Cetro Trading Insight

Indeks Dolar AS (DXY) mendekati 99,90 setelah permintaan aset aman meningkat di tengah ketegangan regional dan perbedaan suku bunga global. Para pelaku pasar tetap berhati-hati dan memantau bagaimana dinamika geopolitik serta kebijakan moneter utama mempengaruhi likuiditas dan volatilitas pasar.

Dalam kesempatan publik terakhir dengan para anggota kabinet, Presiden AS menilai bahwa kenaikan harga minyak dan penurunan saham akibat ketegangan dengan Iran tidak semasif yang diperkirakan pasar. Beliau menyatakan keyakinan bahwa upaya ekonomi dan militer akan membawa pemulihan seiring waktu meski terdapat tekanan ekonomi jangka pendek.

Sentimen risk-off juga tercermin pada pergerakan pasangan mata uang utama lain. Dolar menjadi tolok ukur utama, sementara investor menimbang potensi dampak kebijakan terhadap pertumbuhan global dan aliran modal jangka pendek.

GBP/USD turun ke kisaran 1.3320, tertahan oleh kekuatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi Inggris. Para pelaku pasar menilai bahwa peluang pemulihan jangka pendek bagi pound terbatas oleh data domestik yang lemah.

USD/JPY melompat ke sekitar 159,80, didorong oleh imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi dan perbedaan kebijakan antara bank sentral. Namun, ketegangan geopolitik turut memberikan dukungan sesekali bagi yen, sehingga kenaikan tidak terlalu tajam.

AUD/USD melemah menuju rendah dua bulan sekitar 0,6890, karena sentimen risiko yang memburuk dan dolar yang lebih kuat membatasi upaya pemulihan. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan global juga menahan aksi beli di pasangan berbasis AUD ini.

Kondisi Komoditas: Minyak dan Emas di Tengah Ketegangan Global

WTI Oil diperdagangkan dekat 94,30 dolar per barel, mempertahankan levelnya meski sempat melemah sebelumnya. Ketidakpastian terkait situasi Iran menjaga premi risiko geopolitik di pasar minyak mentah.

Emas turun menuju kisaran 4.380 dolar AS per ounce, gagal mendapatkan manfaat dari permintaan aset aman karena penguatan dolar. Fungsi sebagai lindung nilai tetap ada, tetapi tekanan nilai tukar dan prospek suku bunga mengurangi daya dorongnya.

Ke depan, para pelaku pasar menantikan serangkaian data ekonomi utama, termasuk kepercayaan konsumen UK, penjualan ritel Februari, dan proyeksi inflasi di zona euro. Data tersebut berpotensi memicu pergeseran arah aliran modal dan meningkatkan volatilitas di pasar global.

broker terbaik indonesia