
Menurut laporan dari Cetro Trading Insight, sinyal perdagangan GBPUSD menunjukkan arah jual dengan rentang area 1.35362 hingga 1.35523. Sinyal ini menandai potensi peluang short pada level-level tersebut dan mencerminkan bias teknikal yang sedang terbentuk.
Faktor fundamental juga memberi tekanan. Data properti di Inggris mengalami penurunan tercepat sejak 2023, sementara inflasi AS tetap tinggi memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang mendukung pergerakan yield obligasi yang lebih tinggi.
Dari sisi teknikal, pembatalan area sideways yang berhasil ditembus menguatkan peluang penurunan berlanjut untuk pasangan GBPUSD, meskipun pergerakan jangka pendek masih berfluktuasi di sekitar zona tersebut.
Data properti di Inggris menunjukkan penurunan yang tajam, memberikan tekanan terhadap pound dan meningkatkan kemungkinan retracement pada pasangan GBPUSD.
Inflasi AS yang tetap tinggi menambah tekanan pada kebijakan moneter The Fed. Perkataan pejabat yang hawkish meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya mengerek yield obligasi AS.
Ketidakseimbangan antara dinamika data ekonomi UK dan kebijakan The Fed menambah bias bearish pada GBPUSD dalam jangka pendek, meskipun volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data utama.
Pada kerangka waktu H1, pergerakan harga menunjukkan koreksi setelah breakout dari area support sebelumnya, dengan harga bergerak mendekati resistance terdekat.
Bias intraday terkonfirmasi bearish selama harga mampu bertahan di sekitar resistance, mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut jika konfirmasi bearish muncul.
Menurut sinyal yang disampaikan, rencana perdagangan melibatkan entry sekitar level breakout di 1.35523, dengan stop loss di 1.35731 dan target profit bertingkat yaitu 1.35086 (TP1), 1.34891 (TP2), dan 1.34686 (TP3).
Entri dapat dilakukan pada konfirmasi breakout ke bawah dari area 1.35362 hingga 1.35523, dengan fokus pada kelanjutan tekanan bearish.
Manajemen risiko menempatkan stop loss pada 1.35731 dan mengambil profit secara bertahap menuju 1.35086, 1.34891, dan 1.34686 sesuai prioritas TP.
Rasio risiko-imbalan memenuhi standar minimal 1:1.5 karena jarak tp ke open cukup besar relatif terhadap risiko yang terbatas pada SL, sehingga pola entry-TP-SL tetap konsisten.