Dolar AS menunjukkan kekuatan yang semakin jelas di pasar global, didorong oleh kekhawatiran geopolitik dan kebutuhan investor akan perlindungan modal. Indeks dolar saat ini menembus batas sekitar 99,0 dan mendekati level psikologis 100,00, mencatatkan level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini mencerminkan preferensi investor terhadap aset safe-haven ketika volatilitas pasar meningkat.
Kenaikan ini juga didorong oleh tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang memberi dukungan tambahan bagi dolar. Menariknya, dinamika tersebut memperkuat posisi DXY relatif terhadap mata uang utama lainnya. Dalam konteks ini, pembahasan mengenai arus data ekonomi menjadi penting karena bisa memicu perubahan arah dalam beberapa sesi ke depan.
Sisi teknikal menunjukkan bahwa area sekitar 100,00 berperan sebagai zona kunci. Penembusan di atas level ini berpotensi membuka jalan menuju target yang lebih tinggi seperti 100,39 (puncak November 2025) dan lanjut ke 101,97 pada May 2025, sesuai pola kebiasaan pergerakan jangka pendek.
Faktor geopolitik tetap menjadi pendorong utama bagi dolar, dengan dinamika antara AS, Israel, dan Iran yang meningkatkan permintaan terhadap aset aman. Ketegangan regional memperkuat sentimen risiko-negatif, sehingga investor cenderung mengalokasikan dana ke dolar untuk menjaga nilai portofolio.
Di sisi domestik, berita mengenai klaim pengangguran awal menunjukkan penurunan tipis menjadi sekitar 213 ribu, meski angka ini meleset dari ekspektasi. Data ini tetap memberikan dukungan terhadap dolar karena menunjukkan sisi ketahanan pasar tenaga kerja dalam konteks risiko ekonomi yang sedang berlangsung.
Investor juga menantikan keluaran data penting seperti inflasi melalui PCE, revisi PDB Q4, dan indikator kepercayaan UMich. Rilis ini diperkirakan menjadi katalis yang dapat mempercepat arah pergerakan dolar menjelang akhir minggu.
Jika momentum sideways berlanjut dan level 100,00 tertembus, skenario upside menjadi semakin relevan. Target selanjutnya diperkirakan berada di sekitar 100,39 dan kemudian 101,97, dengan prospek menuju batas atas sepanjang tahun ini tergantung konfirmasi teknikal lanjutan.
Di sisi bawah, perhatian utama terletak pada dukungan di sekitar 98,34 yang merupakan bagian dari moving average 200 hari. Penutupan di bawah wilayah ini bisa membuka jalur menuju 98,05, lalu 96,49 dan akhirnya level terendah yang terlihat di awal 2026 sekitar 95,55, meski jalur tersebut tetap bergantung pada dinamika data dan geopolitik.
Untuk pembaca dari Cetro Trading Insight, catatan penting adalah bahwa artikel ini menyajikan analisis umum dan tidak menetapkan rekomendasi trading spesifik. Konfirmasi lebih lanjut dengan analisis teknikal menyeluruh diperlukan sebelum mengambil posisi apa pun.