Menurut evaluasi pasar terkini, DXY berhasil mendapatkan momentum positif setelah kekhawatiran inflasi mereda relatif. Hal ini menekan spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga yang lebih dini dari Federal Reserve. Cetro Trading Insight melihat dinamika ini sebagai cerminan ketidakpastian kebijakan yang masih bisa berubah mengikuti perkembangan harga barang dan layanan.
Indeks berada sekitar level 100.00 dan mencatat kenaikan intraday sekitar 0.2% pada sesi Eropa awal hari ini. Pergerakan ini menunjukkan adanya permintaan terhadap dolar saat para pelaku pasar menilai risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan memoderasi arus investor. Kondisi teknikal jangka pendek tetap kompatibel dengan tren positif bagi DXY.
Di samping dinamika inflasi, dampak konflik regional terhadap pasokan minyak turut menjadi faktor utama. Gangguan pada jalur pasokan global meningkatkan tekanan harga minyak dan menambah beban pada inflasi, sehingga lebih banyak investor menilai Fed bisa menunda pemangkasan suku bunga lagi. Dalam konteks ini, kebijakan moneter AS tetap menjadi fokus utama pasar hingga ada kejelasan dari rapat FOMC berikutnya.
Dari sisi teknikal, bias jangka pendek terlihat mildly bullish karena DXY tetap berada di atas Moving Average 100-periode pada kerangka waktu 4 jam. Struktur kenaikan dipandang utuh meskipun terdapat konsolidasi yang relatif wajar setelah penguatan akhir pekan lalu. Indikator ini memberikan landasan bagi peluang pergerakan ke arah atas dalam beberapa sesi mendatang.
RSI berada di sekitar 58, berada di atas garis 50, yang menunjukkan bahwa daya beli masih menguasai pasar. Namun, MACD menunjukkan sinyal yang mulai mendekati garis nol, mengindikasikan potensi penurunan momentum menuju konsolidasi. Kombinasi ini menyarankan kehati-hatian sebelum mengambil posisi besar.
Kunci teknikal untuk lanjutnya tren adalah menembus level 100.50 secara jelas. Jika harga berhasil breakout di atas area tersebut, target selanjutnya berada di kisaran 100.90–101.00. Sisi bawah akan tetap terjaga oleh support sekitar 100.00 dan lalu 99.80, dengan potensi risiko lebih lanjut jika menembus 99.50.
Di ranah fundamentalis, inflasi yang tetap tinggi plus pembatasan pada kemungkinan pemangkasan suku bunga menambah daya dukung bagi dolar AS. Ketidakpastian geopolitik juga menambah volatilitas pasar, sehingga pelaku pasar akan memperhitungkan risiko-sistemik saat menilai arah pergerakan DXY. Dalam konteks ini, pergerakan jangka pendek tetap mengarah pada bias bullish yang moderat.
Investor kemungkinan besar menantikan hasil rapat dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) sebelum menempatkan posisi besar. Hingga FOMC memberi sinyal jelas, peluang trading cenderung lebih mengedepankan manajemen risiko ketimbang peningkatan eksposur. Secara umum, ekspektasi menunjukkan peluang breakout jika harga mampu menembus 100.50 dengan potensi menuju 100.90–101.00.
Rencana trading yang disarankan menyertakan setup buy jika terjadi konfirmasi breakout di atas 100.50, dengan open sekitar 100.00. Target profit disarankan pada 101.00, dengan stop loss di 99.50 untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal sekitar 1:1.5. Rencana ini mencerminkan keseimbangan antara peluang teknikal dan risiko geopolitik yang sedang berlangsung.