
Indeks Dolar AS diperdagangkan secara hati-hati di sekitar level 99,07 menjelang rilis data JOLTS mengenai lowongan pekerjaan April. Pergerakannya relatif terbatas, sejalan dengan ekspektasi bahwa data pekerjaan tidak akan mengubah pandangan pasar terhadap kebijakan Federal Reserve secara signifikan. Pasar menantikan data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Mei sebagai katalis utama pekan ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Secara teknikal, indeks tetap berada di atas rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari di sekitar 98,94, menandakan adanya permintaan jangka pendek hingga menengah. RSI berada di kisaran 52,9, mengindikasikan momentum kenaikan yang belum terlalu overbought. Dengan konteks ini, bias jangka pendek cenderung bullish asalkan level support 98,94 tidak ditembus.
Rentang perdagangan selama dua minggu terakhir terjaga di sekitar 98,75 hingga 99,45, menunjukkan fase konsolidasi. Dalam skenario positif, penguatan di atas level 99,54 (tinggi 28 Mei) dapat membawa DXY menuju 100,00. Namun, jika data pekerjaan mengecewakan, tes ke support sekitar 98,94 bisa terjadi sebelum bergerak kembali.
Fokus investor tetap pada kebijakan moneter Fed, meski data pekerjaan terbaru tidak menampilkan kejutan besar. Komentar dari komite FOMC menekankan kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi daripada lemahnya pasar kerja, sehingga langkah kebijakan bisa tetap agresif meski angka kerja belum berubah signifikan. Hal ini menjaga tekanan untuk dolar menguat meskipun data pekerjaan datar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Di sisi geopolitik, jeda pembicaraan AS-Iran menambah kekhawatiran soal penyelesaian kesepakatan damai dalam waktu dekat. Laporan Tasnim menyatakan bahwa tim negosiasi Teheran menghentikan pertukaran pesan melalui mediator sebagai protes atas serangan terhadap Lebanon. Ketidakpastian ini bisa meningkatkan volatilitas dolar jika ketegangan meningkat atau negosiasi mengalami kemunduran.
Data ekonomi AS yang akan datang, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Mei, akan menjadi penentu arah dolar. Jika NFP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat, dolar berpotensi menguat lebih lanjut; sebaliknya, data yang lemah bisa memicu koreksi. Pasar menilai kombinasi antara momentum teknis dan dinamika kebijakan sebagai kunci arah pekan ini.