Indeks DXY melemah pada perdagangan Selasa sekitar 0,2%, gagal menembus kembali level 100,00 meskipun sebelumnya mencapai tertinggi sepuluh bulan. Dua lilin berturut-turut membentuk pola reversal, menunjukkan kelelahan tren kenaikan yang telah berlangsung. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk menjelaskan konteks pasar secara ringkas namun komprehensif.
Secara teknikal, gambaran saat ini menunjukkan 100,00 tetap menjadi penghalang psikologis yang kuat. DXY diperdagangkan sekitar 99,5-99,6 setelah upaya rebound tertahan. Moving average 50 hari masih mencerminkan dukungan bagi pembalikan ke arah atas, sementara 200 hari MA memberikan batasan pada pergerakan.
Pasar menimbang FOMC yang akan berlangsung; pernyataan dot plot akan menjadi faktor krusial, bukan keputusan itu sendiri. Percepatan re-pricing ekspektasi pemangkasan suku bunga sejak konflik Iran menambah risiko arah dolar dalam jangka pendek. Kepastian apakah FOMC menghapus satu pemangkasan bisa mengubah dinamika dolar secara signifikan.
Rencana FOMC dan komunikasi pejabat bank sentral AS menjadi fokus utama pasar. CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 94% bahwa keputusan tidak berubah, namun SEP (Summary of Economic Projections) yang diperbarui akan mengungkap komposisi proyeksi masa depan. Sinyal yang dihasilkan dari dot plot bisa membawa dolar ke arah baru tergantung interpretasi kebijakan.
Gerak harga minyak di atas 100 dolar per barel meningkatkan tekanan inflasi jangka pendek dan membatasi ruang untuk pemangkasan suku bunga. Respons kebijakan global juga terlihat dari RBA yang mengejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga, menjadi salah satu bank G10 pertama yang menanggapi kejutan harga energi. Hal ini menambah tekanan pada volatilitas di pasar mata uang.
Kalau panduan kebijakan menunjukkan jalur tanpa penurunan suku bunga pada 2026, potensi dolar menguat bisa meningkat. Pasar menilai perubahan kecil pada komponen dot plot sebagai sinyal arah, dengan minyak dan mata uang lain sebagai tautan penting bagi sentimen volatilitas. Kendati demikian, beberapa analis menilai ketidakpastian geopolitik menambah volatilitas.
Garis besar teknis menunjukkan bias bullish jangka pendek, dengan harga tetap di atas moving average 50 hari yang sedang meningkat. Momentum menunjukkan kekuatan pembelian, meski area 100,50 tetap menjadi resistensi kritis yang bisa mendorong pergerakan lebih lanjut jika berhasil ditembus. Rencana untuk menembus 100,50 memerlukan konfirmasi melalui penutupan harian di atas level tersebut.
Level kunci untuk pengamatan adalah sekitar 99,45-99,60 di dekat 50-day MA dan 100,50 sebagai halangan besar. Di sisi bawah, support terdekat berada di sekitar 98,40, dengan level 97,80 dan sekitar rendah bulan ini menguji kekuatan penahan jika tekanan jual kembali meningkat. Skenario ini menuntut perhatian terhadap pergerakan intraday pada area 99,50-99,70.
Usulan sinyal perdagangan adalah posisi buy pada peluang breakout yang menyasar sekitar 102,00 sebagai tingkat target awal. Batas stop berada di sekitar 98,40 untuk menjaga risiko relatif. Struktur risiko-imbalan di atas 1,5 menandai peluang yang sejalan dengan analisis teknikal dan dinamika fundamental yang menyokong dolar AS saat ini.