Nilai DXY melemah untuk sesi kedua berturut-turut, tertimbang oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi Pemerintahan AS. Dalam State of the Union, Presiden Donald Trump tidak menegaskan pelonggaran langkah tarif, sehingga sentimen terhadap dolar tetap rapuh. Analisis tim Cetro Trading Insight menyoroti bahwa pergerakan ini menandai respons pasar terhadap prospek kebijakan fiskal dan perdagangan yang sulit diprediksi.
Menurut laporan analisis, pernyataan kebijakan tarif tetap menjadi pendorong volatilitas di pasar mata uang. Dolar terlihat terseok di sekitar level 97.50 pada jam perdagangan Asia, mencerminkan kekhawatiran investor soal arah kebijakan kabinet dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Meski ada peluang bagi dolar untuk turunkan volatilitasnya jika ada kejutan kebijakan positif, ruang downside dolar diperkirakan tetap terbatas dalam jangka pendek karena beberapa pejabat bank sentral menegaskan perlunya meninjau ulang kebijakan secara bertahap. Cetro Trading Insight menilai dinamika ini sebagai fondasi untuk evaluasi risiko bagi pelaku pasar.
Tarif baru Section 122 dinaikkan menjadi 10%, meski sebelumnya ada ancaman menaikkan menjadi 15%. Langkah ini, ditambah ketidakpastian kebijakan, menambah tekanan pada dolar AS dan meningkatkan perdebatan mengenai dampak inflasi terhadap keputusan suku bunga. Kami menilai pasar menilai kebijakan perdagangan sebagai pendorong utama volatilitas jangka pendek dolar.
IMF melalui Kristalina Georgieva menyatakan bahwa inflasi yang didorong tarif mendukung opsi penurunan suku bunga menuju kisaran 3.25%–3.50% demi mengembalikan pekerjaan penuh. Namun, ia menekankan bahwa upaya menurunkan beban utang publik AS secara berkelanjutan akan membutuhkan tindakan fiskal tegas dan konsisten.
Walau demikian, prospek pelonggaran kebijakan tetap bergantung pada dinamika fiskal dan inflasi. Georgieva menekankan perlunya keseimbangan antara dukungan pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal, yang pada akhirnya akan membentuk jalur kebijakan moneter ke depan.
Data menunjukkan bahwa progress inflasi masih tertahan di atas target 2%, dan pejabat Fed menegaskan bahwa tingkat bunga bisa dipertahankan untuk sementara waktu. Pernyataan dari pejabat Chicago Fed menunjukkan bahwa inflasi 3% tetap di atas target, sehingga respons kebijakan cenderung hati-hati.
Kenyataan pasar tenaga kerja yang masih kuat memperkuat argumen untuk menahan suku bunga. Bank sentral menekankan bahwa menjaga suku bunga pada level saat ini untuk beberapa waktu bisa tepat, asalkan inflasi tidak meningkat lebih lanjut.
Bagi investor, jalur kebijakan Fed terkait data inflasi dan pertumbuhan tetap menjadi kunci. Analisis Cetro Trading Insight menunjukkan bahwa peluang posisi jual terhadap DXY bisa meningkat jika inflasi tidak menunjukkan pelemahan berkelanjutan, dengan risiko kebijakan tetap berhati-hati.