
Indeks DXY turun menuju kisaran 98.90 pada Jumat, sejalan perbaikan sentimen pasar terkait perkembangan di Timur Tengah yang mengurangi permintaan aset safe-haven. Pasar menilai langkah diplomatik dapat menurunkan ketidakpastian regional dan menekan imbal hasil global. Kondisi ini mendorong mata uang lain untuk mengambil pijakan lebih kuat dibanding dolar.
Data Core PCE Price Index AS untuk April tetap di 3.3% YoY, memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan menjaga suku bunga tinggi lebih lama. Prospek kebijakan ini menambah kompleksitas pada pergerakan mata uang di berbagai pasar. Menurut Cetro Trading Insight, faktor geopolitik juga membentuk arah pasar seiring laporan bahwa AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan hingga 60 hari.
Kondisi geopolitik memicu pergeseran arus modal. EURUSD menguat, GBPUSD naik, dan AUDUSD mengikuti arah risiko. USDJPY berada di sekitar 159.30; yen tetap tertekan oleh data Tokyo CPI yang melambat dan nada pesimist BoJ tentang energi.
EUR/USD mendekati 1.1670, didorong oleh pelemahan luas dolar AS. Sentimen risiko yang lebih positif mendorong permintaan terhadap mata uang tunggal. Secara teknikal, momentum kenaikan terlihat kuat meski tantangan dari rilis data berikutnya tetap ada.
GBP/USD naik ke sekitar 1.3470, terdorong minat terhadap pound yang relatif lebih stabil dibanding dolar. Namun kekhawatiran terkait keseimbangan fiskal UK dan pertumbuhan yang melambat tetap menjadi bagian dari narasi. Pasar memperkirakan bahwa kebijakan fiskal jangka panjang akan mempengaruhi arah GBP.
USD/JPY berada di sekitar 159.30, didorong oleh lemahnyadolar, meskipun imbal hasil AS tinggi. Yen tetap berada di bawah tekanan karena data CPI Tokyo yang melambat menjadi 1.4% YoY dan peringatan BoJ bahwa fluktuasi energi bisa menambah tekanan pada upah dan inflasi. Pasar menilai bahwa kebijakan BoJ menjadi faktor penentu arah pasangan ini dalam beberapa minggu mendatang.
Minyak WTI diperdagangkan mendekati $88 per barel didorong harapan perpanjangan dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz. Pasar menilai risiko pasokan menurun meski ketegangan geopolitik tetap ada. Pergerakan harga mencerminkan keseimbangan antara optimisme permintaan dan risiko geopolitik.
Emas berada di dekat level $4,550, mencerminkan permintaan sebagai pelindung risiko sekaligus refleksi kekhawatiran inflasi. Meskipun sentimen risk-on mendominasi, logam kuning tetap dipertimbangkan sebagai perlindungan terhadap kejutan geopolitik. Pelaku pasar menilai bagaimana kebijakan bank sentral akan membentuk arah harga di masa depan.
Kalender data ekonomi dan pernyataan bank sentral mendatang menjadi acara utama yang membentuk arah pasar. Investor menantikan rilis PMI, CPI, payrolls, serta komentar pejabat bank sentral utama di isu-isu kunci dunia.