ECB Diperkirakan Naik 25 bp: Pasar Fokus pada Inflasi AS dan Pergerakan Emas XAUUSD

ECB Diperkirakan Naik 25 bp: Pasar Fokus pada Inflasi AS dan Pergerakan Emas XAUUSD

trading sekarang

Pada sesi perdagangan Eropa hari ini, pasangan mata uang utama menunjukkan stabilitas setelah aksi volatil sebelumnya. Pasar menantikan keputusan kebijakan ECB yang diperkirakan naik 25 basis poin dan pembaruan proyeksi ekonomi, yang dapat memicu pergeseran sentimen risk-on atau risk-off.

Data inflasi AS Mei menunjukkan CPI mencapai 4.2 persen secara tahunan, tertinggi dalam tiga tahun. Core CPI bulanan sebesar 0.2 persen melambat dari 0.4 persen bulan sebelumnya, tetap berada di atas ekspektasi pasar 0.3 persen. Meski indeks dolar sempat melemah, arus safe-haven menjaga dinamika dolar tetap relevan pada sesi Amerika.

Menurut laporan dari Cetro Trading Insight, investor akan menilai bagaimana ECB menafsirkan data tersebut dan bagaimana proyeksi baru dapat mempengaruhi likuiditas euro serta peluang pergerakan pada instrumen berisiko. Komentar pejabat ECB juga diantisipasi untuk memberi petunjuk arah kebijakan di sisa tahun ini.

EUR/USD bertahan di sekitar 1.1500 pada pagi Eropa. Indeks dolar sempat bergerak turun tetapi akhirnya diperdagangkan sedikit di atas 100. Pasar menimbang antara tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter berikutnya.

USD/CAD menguat di atas 1.3950 setelah penutupan hari sebelumnya, sementara USD/JPY naik ke sekitar 160.60, tertinggi sejak intervensi Bank Jepang pada akhir April. Kondisi ini mencerminkan respons pasar terhadap pernyataan kebijakan dan dinamika likuiditas global.

GBP/USD bergerak di kisaran sempit di bawah 1.3400, mencerminkan ketidakpastian terkait prospek kebijakan dan perubahan risiko. Para trader menilai arah berikutnya sambil menunggu pernyataan resmi dari bank-bank utama untuk panduan lebih lanjut.

Kondisi Minyak dan Emas Pasca Rilis Data

Harga minyak WTI terkoreksi sekitar 2.5% setelah sesi kenaikan sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 88 dolar AS per barel. Sinyal teknikal menunjukkan adanya pembalikan sementara setelah momentum pasar menengah terhadap risiko.

Di sisi komoditas logam, harga emas turun lebih dari 4% pada hari sebelumnya dan mencoba rebound di sesi Asia, diperdagangkan mendekati level 4100 dolar AS per ounce. Pergeseran ini menandai volatilitas yang dipicu oleh reaksi terhadap prospek suku bunga dan pergerakan dolar.

Tensi geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi, menambah risiko bagi para pelaku lindung nilai, namun fokus pasar tetap pada kebijakan moneter utama dan data inflasi AS untuk arah jangka pendek XAUUSD.

banner footer