
Menurut laporan Reuters, para pembuat kebijakan ECB kemungkinan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali pada tahun ini, dengan langkah pertama yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni jika konflik antara Amerika Serikat dan Iran belum mereda. Keputusan ECB untuk mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan April lalu disertai dengan sinyal bahwa diskusi mengenai pengetatan kebijakan tetap berjalan untuk mengekang kenaikan harga energi yang sedang melanda kawasan. Dinamika geopolitik menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi jalur kebijakan di masa depan.
Beberapa sumber anonim menyatakan bahwa kenaikan pertama diharapkan pada Juni jika situasinya berlanjut, terutama ketika gangguan lalu lintas dan Brent spot berada di level lebih dari USD100 per barel. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran atas inflasi yang dipicu oleh harga minyak yang abstrak volatil. Pasar menilai bahwa risiko geopolitik dapat menunda atau mempercepat langkah pengetatan sesuai hasil evaluasi risiko yang terus berlangsung.
Dalam konferensi pers, Presiden ECB Lagarde menegaskan adanya pembahasan panjang tentang kemungkinan kenaikan, meskipun beberapa sumber mengindikasikan fokus pada Juni daripada April. Sumber lain menekankan bahwa rencana pengetatan sangat bergantung pada perkembangan konflik AS–Iran, dan pelonggaran konflik berpotensi menekan harga minyak serta meningkatkan pandangan terhadap prospek ekonomi zona euro.
Kondisi harga energi menjadi pilar utama bagi kebijakan ECB karena inflasi di zona euro banyak dipicu oleh biaya energi. Ketidakpastian seputar konflik Iran membuat pasar energi tetap volatil dan berdampak pada biaya energi rumah tangga maupun biaya operasional perusahaan. Dalam konteks ini, dinamika minyak Brent di atas $100 per barel menambah tekanan pada prospek inflasi jangka pendek.
Seandainya situasi de‑eskalasi terjadi, penurunan harga minyak bisa membantu memperbaiki prospek ekonomi zona euro dan mengekang tekanan inflasi jangka menengah. Namun jika konflik berlanjut, beban pada inflasi energi bisa memperkuat kebutuhan ECB untuk melanjutkan siklus pengetatan kebijakan. Pasar akan menilai setiap pernyataan pejabat dan indikator inflasi inti sebagai sinyal pembaruan kebijakan.
Analisis menunjukkan bahwa jalur kebijakan ECB tetap bergantung pada dinamika geopolitik dan respons pasokan energi global. Meskipun demikian, komunikasi publik dari pejabat ECB dan pernyataan tertulis Lagarde memberikan petunjuk bahwa pasar sedang memperhitungkan jalan pengetatan yang bisa terjadi dalam beberapa bulan mendatang, dengan risiko geopolitik sebagai faktor penentu utama.