Analisis dari Danske Bank menunjukkan bahwa untuk kelima kalinya secara berturut-turut ECB mempertahankan suku bunga kebijakan utama di 2,00%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini menegaskan komitmen ECB untuk menjaga stabilitas kebijakan sambil mengantisipasi dinamika inflasi dan pertumbuhan.
Presiden ECB, Christine Lagarde, menekankan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan neraca keuangan zona euro sehat, sambil menilai bahwa inflasi yang berada di bawah target 2% serta kekuatan euro belum menjadi fokus utama kebijakan. Nada komunikasi ini mencerminkan kehati-hatian bank sentral dalam menavigasi kemajuan inflasi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.
Analis menjelaskan bahwa prospek kebijakan nampaknya akan mempertahankan tingkat 2,0% sepanjang 2026 dan 2027, sesuai dengan konsensus pasar. Langkah ini menandai kelanjutan lintasan pengetatan yang lebih berhati-hati sambil memantau sinyal inflasi dan pertumbuhan di kawasan.
Meskipun inflasi headline turun di bawah target 2%, terdapat bias jelas untuk menahan deposit rate pada 2,0% dan melanjutkan kebijakan stabil. Komentar pejabat saat ini menekankan bahwa arah kebijakan masih di jalur yang menjaga kedudukan keuangan tanpa ada dorongan untuk segera menaikkan biaya pinjaman.
Proyeksi tahun 2026 dan 2027 menunjukkan inflasi rata-rata di bawah 2% dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tetap moderat. Analisis ini didukung oleh pandangan bahwa permintaan domestik pelan-pelan meningkat seiring stabilnya pasar tenaga kerja dan neraca publik yang sehat.
Walau ada optimisme terhadap arah pertumbuhan, Lagarde menegaskan bahwa faktor pendorong utama tetap pada fondasi daya beli rumah tangga dan peluang investasi di sektor nyata. Secara keseluruhan, komentar tersebut mencoba menenangkan pasar mengenai kekuatan euro yang belum tentu menguat secara signifikan dalam waktu dekat.
Keputusan ECB untuk mempertahankan kebijakan pada 2% cenderung menahan volatilitas EURUSD dalam jangka pendek. Pasangan ini kemungkinan berada dalam kisaran konsolidasi karena pelaku pasar menunggu data inflasi serta pertumbuhan yang akan datang untuk mengarahkan ekspektasi kebijakan berikutnya.
Para pelaku pasar perlu memantau release data inflasi dan indikator ekonomi utama Zona Euro untuk melihat potensi perubahan sikap kebijakan. Pergerakan jangka pendek mungkin dipengaruhi oleh perbedaan antara ekspektasi pasar dan pandangan pejabat, sehingga volatilitas dapat muncul menjelang rilis data penting.
Bagi trader, diperlukan pendekatan manajemen risiko yang ketat dan fokus pada potensi risiko terhadap perubahan kebijakan. Hindari posisi berlebihan dan pertimbangkan strategi yang menyeimbangkan peluang serta perlindungan terhadap gelombang volatilitas yang mungkin terjadi di pasar valuta asing.