Pada hari Selasa, pernyataan dari pejabat AS menyinggung rangkaian kebijakan, perdagangan, dan pandangan mengenai prospek ekonomi. Fokus utama adalah permintaan domestik yang tinggi terhadap chip berbasis AI, serta upaya menjaga akses pasar agar inovasi tidak terhambat.
Ia menekankan bahwa perlindungan inovasi dan daya saing menjadi kunci, tanpa memerlukan pembatasan yang bisa menghalangi kemajuan teknologi chip AI.
Dalam pembahasan kebijakan tersebut juga disinggung peran dolar dan arus perdagangan internasional sebagai bagian dari gambaran ekonomi secara luas.
Dolar AS berada pada level lebih tinggi dalam periode panjang dan dianggap wajar secara alami menurut analisis yang dibagikan. Penilaian ini mencerminkan dinamika pasar valuta yang telah berlangsung cukup lama.
Para investor asing disebut memanfaatkan surplus perdagangan untuk membeli aset domestik, menunjukkan pentingnya arus modal dalam membentuk posisi mata uang dan pasar keuangan.
Selain itu, proyeksi ekonomi menyinggung pertumbuhan PDB Q4 di atas 5 persen, dengan peluang melampaui 6 persen pada kuartal pertama. Pertumbuhan signifikan di sektor manufaktur juga disebut menjadi sorotan sepanjang tahun.
Nvidia dan China disebut harus mematuhi syarat lisensi H200 untuk chip, menunjukkan fokus pada tata kelola ekspor teknologi.
Pernyataan juga menyiratkan arah kebijakan yang diikuti dengan pandangan bahwa langkah kebijakan dipimpin oleh tokoh politik tertentu, yang turut membentuk narasi pasar.
Hubungan AS dengan China digambarkan kompleks dan bernuansa, memerlukan investor untuk memahami risiko geopolitik, dinamika regulasi, serta peluang pada sektor teknologi dan manufaktur.