Pergerakan harga emas global menunjukkan dorongan kenaikan yang kuat. Emas spot XAUUSD diperdagangkan di sekitar USD 4.585 per ons, naik sekitar 1,6% dalam satu hari. Katalis utamanya adalah meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai karena volatilitas pasar dan risiko geopolitik yang membesar.
Di pasar domestik, emas batangan Antam mencatat kenaikan serupa. Harga 1 gram tercatat di Rp2.631.000, lonjak Rp54.000 dari posisi Jumat. Sementara untuk ukuran 5 gram harga berada di Rp12.930.000, dengan catatan Rp12.962.325 setelah pajak. Harga ini mencerminkan permintaan konsumen emas batangan tetap kuat meski sektor keuangan global bergejolak.
Sentimen risiko meningkat karena eskalasi geopolitik global, termasuk dinamika Rusia-Ukraina, isu intervensi AS di Venezuela, dan ketegangan China-Jepang. Kondisi ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Selain itu, perdebatan mengenai independensi Federal Reserve menambah keresahan pasar terkait kebijakan moneter.
Data tenaga kerja AS Desember menunjukkan tantangan bagi transaksi pasar. Nonfarm Payrolls bertambah 50 ribu, di bawah konsensus 60 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,6%, dan upah per jam naik 0,3% secara bulanan serta 3,8% secara tahunan.
Kendati ada sinyal positif dari penurunan pengangguran, pertumbuhan tenaga kerja masih terbatas dan tidak merata. Tom Barkin, Presiden Fed Richmond, menyatakan bahwa penurunan pengangguran merupakan indikasi positif, namun menggarisbawahi bahwa jalur pelonggaran kebijakan masih tergantung data inflasi. Komentar tersebut memperkuat fokus pasar pada rilis data ke depan.
Keterbatasan katalis data besar di awal pekan membuat emas lebih sensitif terhadap berita geopolitik dan pernyataan pejabat bank sentral. Pasar cenderung defensif terhadap aset berisiko, memihak pada likuiditas emas fisik maupun emas berdenominasi global. Hal ini menjaga volatilitas tetap tinggi meski arah jangka menengah belum berubah.
Secara teknikal, XAUUSD terlihat membentuk Ascending Triangle dengan harga sekitar USD 4.585 per ons. Struktur ini menunjukkan higher lows yang terus menguat dan tekanan resistensi di wilayah 4.580–4.600. Pergerakan ini mencerminkan akumulasi pembeli yang terukur meski ada titik jual di dekat atas.
RSI harian berada di sekitar 69, mendekati wilayah jenuh beli namun belum menunjukkan divergensi negatif jelas. Harga juga berada di atas Simple Moving Average 50-hari sekitar USD 4.012, menguatkan pandangan bahwa tren naik masih terjaga. Momentum teknis tetap positif karena poros pembeli tetap mendominasi dinamika harga.
Secara keseluruhan, bias tetap bullish selama harga bertahan di atas garis tren kenaikan bawah. Setiap retret kecil cenderung dimanfaatkan pembeli untuk melanjutkan posisinya. Peluang breakout akan bergantung pada bagaimana harga menembus 4.600 secara tegas.