
Harga emas mendekati $4,575 per troy ounce di awal sesi Asia, dengan XAUUSD menunjukkan momentum positif. Pelemahan nilai tukar dolar AS menjadi faktor pendukung utama bagi logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar. Di saat bersamaan, sentimen pasar dipengaruhi ketegangan geopolitik di Teluk Persia dan eskalasi konflik yang bisa membatasi lonjakan harga.
Para pelaku pasar terus menganalisis pernyataan terkait gencatan senjata antara AS dan Iran serta risiko keterbatasan pasokan akibat insiden di wilayah teluk. Ketidakpastian regional meningkatkan permintaan aset safe-haven bagi sebagian investor, meski faktor teknikal dan aliran modal juga memainkan peran penting. Katalis lain adalah pergerakan imbal hasil obligasi dan nilai tukar dolar yang memicu variasi harga emas sepanjang sesi.
Menurut Cetro Trading Insight, fokus utama pada periode ini adalah bagaimana data ekonomi AS akan membentuk ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Laporan pekerjaan yang akan dirilis nanti pekan ini dipandang sebagai penentu arah jangka pendek bagi XAUUSD dan volatilitas emas secara keseluruhan. Pasar menilai bahwa kombinasi sentimen geopolitik dan data ekonomi akan menentukan arah pergerakan emas dalam beberapa sesi mendatang.
Data ekonomi AS yang menjadi pusat perhatian kini adalah laporan pekerjaan April. Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 60.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran sekitar 4,3 persen. Angka-angka ini berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap laju kebijakan moneter dan tekanan inflasi, yang pada gilirannya mempengaruhi arah emas.
Di sisi geopolitik, konflik di Teluk Hormuz dan perselisihan antara AS dan Iran tetap menjaga volatilitas pasar. Meskipun ada pernyataan mengenai gencatan senjata, ancaman konflik berkelanjutan tetap ada dan menjaga permintaan terhadap aset aman seperti emas. Sinyal geopolitik menjadi fibal bagi pergerakan XAUUSD dalam jangka pendek.
Investor akan menunggu rilisan ADP Employment Change sebelum data tenaga kerja resmi Jumat. Reaksi dolar terhadap angka-angka tersebut menjadi petunjuk utama arah pendek emas. Dalam analisis ini, Cetro Trading Insight menekankan bahwa hasil data tenaga kerja akan membentuk ekspektasi suku bunga dan risiko inflasi yang mempengaruhi pergerakan emas.