Emas telah menarik minat pembeli selama tiga hari berturut-turut seiring meningkatnya risiko geopolitik yang mendorong permintaan safe-haven. Pasar menyimak perkembangan di sejumlah wilayah yang berpotensi memicu ketidakpastian. Pergerakan harga logam mulia ini tetap didorong oleh sentiment risiko yang menguat pada hari-hari belakangan.
Beralih ke mata uang, USD terseret oleh kekhawatiran atas independensi Federal Reserve. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi XAU/USD untuk menguat karena logam mulia biasanya mendapat dukungan ketika dolar melemah. Investor juga menahan diri sebelum rilis data inflasi AS dan keputusan kebijakan yang dapat mengubah dinamika pasar.
Di sesi Asia, harga emas menyentuh level tertinggi baru sekitar 4.600 dolar AS per ounce. Tren ini menandai kelima hari positif dalam enam hari terakhir, meskipun beberapa pedagang mulai mempertimbangkan potensi konsolidasi setelah rally panjang. Analisis menyoroti bahwa pergerakan masih bergantung pada risiko geopolitik dan kebijakan bank sentral di masa mendatang.
Kejadian terkait Venezuela, ancaman tindakan militer terhadap Iran, dan eskalasi perang Rusia-Ukraina menjaga risiko geopolitik tetap tinggi. Investor terus mencari aset yang bisa mengurangi eksposur terhadap ketidakpastian global. Dalam konteks tersebut, emas dinilai sebagai alat perlindungan nilai yang relatif likuid dan mudah diakses.
Kekhawatiran mengenai independensi Fed mendorong dolar melemah dari level tertinggi, memberikan dukungan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sementara itu, data pekerjaan AS yang lebih kuat mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan dalam beberapa waktu ke depan, sehingga momentum kenaikan emas menjadi lebih terbatas secara jangka pendek.
Para pelaku pasar juga menunda taruhan bullish besar hingga rilis data inflasi AS minggu ini, sehingga arah jangka pendek masih bergantung pada perkembangan geopolitik. Secara keseluruhan, gejolak global tetap menjadi faktor utama yang menjaga permintaan emas pada level tinggi dan menjaga volatilitas tetap ada.
Dari sudut teknis, pergerakan emas menunjukkan tren naik yang mapan sepanjang bulan terakhir dengan pola saluran miring ke atas. Hal ini mengindikasikan adanya dinamika bullish yang relatif terukur, bukan lonjakan mendadak yang irasional. Harga juga tetap berada di atas rata-rata bergerak 200 periode yang menanjak sebagai pertanda dukungan dinamis bagi kenaikan berkelanjutan.
Indikator MACD menguat dan berada di wilayah positif, sementara histogram menunjukkan momentum bullish yang terus berkembang. RSI berada di kisaran 71,8 yang menandai kondisi jenuh beli dan berpotensi memicu konsolidasi jangka pendek. Meskipun demikian, arah utama tetap berada pada bias kenaikan jika harga menjaga posisi di atas level support signifikan.
Jika terjadi pullback, area dukungan sekitar 4.325–4.320 menjadi zona penting karena SMA 200 menawarkan dukungan dinamis. Skenario bullish lanjut akan menguji resistance saluran ke level yang lebih tinggi dan bisa memicu reorientasi target harga jika ditembus. Fokus pasar tetap pada dinamika geopolitik dan data inflasi AS yang akan membentuk ekspektasi berikutnya.