Sentimen risiko global memburuk, mendorong pelaku pasar berputar menuju aset aman seperti emas. Harga emas bergerak di sekitar 4.615 AS$, mencatatkan kenaikan meskipun rilis data inflasi mencoba menambah tekanan. Para pelaku pasar menimbang bagaimana dinamika ini memengaruhi jalur kebijakan bank sentral serta prospek suku bunga di masa mendatang.
Data PPI AS yang kuat dan laporan penjualan ritel yang beragam tetap menjaga narasi bahwa The Fed bisa mempertahankan sikap tidak berubah pada pertemuan Januari. Meskipun ada tekanan harga produksi, data ritel yang lebih kuat dari ekspektasi menunjukkan rumah tangga masih menjaga pengeluaran. Kondisi ini menjaga ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed pada 2026 tetap hidup.
Kekhawatiran geopolitik meningkat dengan tensi di Iran dan potensi intervensi militer AS. Ketegangan tersebut menambah premi risiko pada harga emas sebagai aset lindung nilai. Pasar terus memantau komentar para pejabat bank sentral yang menekankan jalur kebijakan yang tidak terlalu agresif namun tetap berhati-hati di tengah dinamika global.
Secara teknikal, emas berhasil menembus level kunci di atas 4.600, mengindikasikan momentum kenaikan yang berlanjut. Pergerakan harga telah mencapai puncak sesi di sekitar 4.615 dan berpotensi menuju 4.700 jika momentum pembeli tetap kuat. Namun indikator RSI menunjukkan tanda jenuh beli yang perlu diwaspadai sebagai sinyal kehati-hatian bagi para trader.
Penurunan nilai dolar AS serta turunnya imbal hasil Treasury menjadi faktor pendukung utama bagi emas. Dolar yang melemah membuat logam kuning semakin menarik sebagai aset lindung nilai. Pasar juga mencermati pergerakan imbal hasil note pemerintah tenor 10 tahun yang menurun sebagai bagian dari gambaran makro yang mendukung sentimen bullish pada emas.
Level teknikal utama saat ini adalah 4.600 sebagai support terdekat, sedangkan 4.650 dan 4.700 menjadi target berikutnya jika uptrend berlanjut. Keberhasilan bertahan di atas 4.600 meningkatkan probabilitas pergerakan menuju 4.700. Sebaliknya, jika harga turun di bawah 4.600, pullback menuju sekitar 4.550 dapat menjadi skenario yang wajar dengan potensi lebih lanjut jika situasi pasar tetap condong ke risiko rendah.
Rencana perdagangan mengarahkan posisi beli jika harga diperdagangkan sekitar 4.615. Entry pada level tersebut memberi peluang untuk naik menuju 4.700, dengan stop loss di 4.600 sebagai pembatas risiko. Strategi ini memanfaatkan momentum teknikal yang saat ini masih berada dalam jalur positif meskipun ada tanda kelebihan beli pada indikator.
Rasio risiko-imbalan memenuhi kriteria minimal 1:1,5 jika target tercapai. Potensi keuntungan sekitar 85 poin dibandingkan kerugian sekitar 15 poin, sehingga manajemen risiko tetap menjadi bagian utama dari rencana ini. Investor disarankan untuk menyesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko masing-masing dan memantau dinamika pasar secara berkala.
Jika harga gagal mempertahankan level 4.600, skenario alternatifnya adalah koreksi menuju 4.550 untuk evaluasi ulang. Pasar tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter AS yang lebih luas, sehingga pelaku pasar perlu terus memantau rilis data ekonomi utama dan komentar pejabat bank sentral. Secara umum, upside tetap terlihat jika level 4.600 berhasil dipertahankan.