Analisa dari Commerzbank yang dirilis lewat analis Thu Lan Nguyen menunjukkan emas pulih setelah sinyal berakhirnya perang Iran. Pemulihan harga didorong oleh ekspektasi bahwa risiko inflasi akibat harga energi bersifat sementara, sehingga pasar tetap optimis terhadap dukungan harga. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran analitis yang bisa dipahami awam tanpa mengurangi substansi kebijakan pasar.
Bank sentral cenderung tidak bereaksi agresif terhadap risiko inflasi terkait energi yang bersifat sementara, terutama mengingat pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan politik terhadap Federal Reserve. Dengan demikian, prospek emas terlihat lebih stabil dalam jangka menengah meski volatilitas tetap ada. Faktor-faktor tersebut memperkuat pandangan bahwa emas akan tetap menjadi pelindung nilai yang menarik bagi investor di periode menengah.
Penilaian ini juga menekankan bahwa Federal Reserve berada di bawah sorotan publik untuk memangkas suku bunga, meskipun langkah tersebut tidak otomatis terjadi. Pasar memantau dinamika kebijakan dengan cermat sambil menilai dampak perubahan harga energi terhadap inflasi. Oleh karena itu, pandangan jangka menengah untuk emas tetap positif meski ada risiko geopolitik yang tersisa.
Secara umum, emas diperkirakan tetap didorong oleh faktor-faktor pendukung meski volatilitas pasar tetap ada. Sinyal berakhirnya perang Iran mengurangi risiko geopolitik dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Permintaan terhadap aset pelindung nilai tetap relevan bagi investor yang ingin menahan risiko dalam portofolio.
Secara historis, lonjakan harga energi bisa memicu inflasi yang lebih tinggi dan memicu respons kebijakan lebih cepat. Namun pelajaran dari tahun 2022 membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menilai tekanan inflasi jangka pendek ini. Akibatnya, respons kebijakan cenderung terjeda meski tekanan inflasi muncul.
Untuk pembaca investor, fokus utama adalah arah jangka menengah: jika stabilitas harga energi terjaga dan kebijakan moneter tidak agresif, emas memiliki peluang untuk menjaga momentum kenaikan hingga akhir periode pengamatan. Ketahanan harga emas juga bergantung pada dinamika dolar AS dan permintaan pelindung nilai global. Peluang ini harus dipantau dengan memperhatikan data inflasi dan isyarat kebijakan dari bank sentral.