Faktor-faktor makro terus mempengaruhi arah pergerakan emas di pasar global. Data inflasi AS bulan Desember menunjukkan Core CPI sebesar 0,2 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan, keduanya melampaui ekspektasi pasar. Angka ini mengurangi tekanan kenaikan inflasi dan menambah peluang terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini. Kondisi ini membuat emas menjadi pilihan aset lindung nilai bagi investor yang menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Pertumbuhan permintaan aset safe-haven meningkat seiring dengan ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi yang tetap membingungkan. Penurunan tekanan inflasi cenderung mengubah ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih dovish, yang pada gilirannya dapat mengundang aliran modal ke logam mulia. Dalam konteks ini, emas dapat mempertahankan momentum kenaikan jangka pendek meskipun volatilitas pasar masih tinggi.
Secara umum, lanskap makro saat ini mendukung pergerakan positif untuk XAUUSD dalam beberapa sesi mendatang. Meskipun data ekonomi bersifat dinamis, konsensus pasar tetap memperkirakan adanya penyesuaian kebijakan suku bunga yang cenderung mendukung sentimen bullish untuk emas. Hal ini menjadi landasan bagi investor untuk tetap memantau peluang beli di area support yang relevan.
Harga emas terlihat rebound dari area support sekitar 4546.98 hingga 4574.71 pada time frame harian pendek (H1), menandai potensi pembalikan ke arah bias bullish. Reaksi pembeli di zona tersebut menunjukkan adanya minat membeli pada level teknis yang cukup signifikan. Pergerakan ini juga mengindikasikan bahwa level support tersebut masih menjadi penopang utama dalam jangka pendek.
Area support tersebut tetap menjadi zona kunci untuk konfirmasi sinyal beli lanjutan hari ini, terutama jika harga kembali menyentuh atau memantul dari level tersebut. Investor dapat memanfaatkan fetch dari zona ini sebagai konfirmasi untuk melanjutkan pola pembelian. Selain itu, dinamika intraday menunjukkan bahwa tekanan jual belum mematahkan struktur bullish pada profil harga jangka pendek.
Untuk eksekusi, level open sekitar 4560 dianggap sebagai titik masuk yang realistis jika harga kembali ke area tersebut. Target keuntungan berjenjang bisa mengikuti TP1 di 4632.73, TP2 di 4700.42, dan TP3 di 4769.39. Stop loss ditempatkan di 4491.81 untuk membatasi risiko bila pasar bergerak berlawanan dengan posisi. Rasio risiko-imbalan berada di atas 1:3 dalam skenario ini, memberikan peluang risiko yang lebih terkendali.
Rencana trading menempatkan posisi masuk sekitar 4560 dengan beberapa target: TP1 4632.73, TP2 4700.42, dan TP3 4769.39. Stop loss disarankan di 4491.81 untuk membatasi kerugian jika harga bergerak turun. Kepatuhan terhadap level stop dan target merupakan bagian penting dari manajemen risiko yang efektif.
Dalam skenario upside, trader bisa mempertahankan posisi hingga mencapai TP3 untuk memaksimalkan imbalan. Namun jika harga gagal menembus zona 4560 atau menembus SL secara nyata, skenario alternatif adalah penyesuaian posisi atau penutupan sebagian untuk mengunci sebagian keuntungan. Aspek fundamental yang mendasari rekomendasi tetap didorong oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi dan prospek pemotongan suku bunga Fed, sehingga sinyal beli tetap relevan selama level teknis senada terjaga.
Secara keseluruhan, rekomendasi ini menempatkan fokus pada skenario bullish dengan risiko yang terukur. Trader disarankan untuk memantau pergerakan harga di sekitar area support dan mengikuti konfirmasi teknis sebelum menambah posisi. Ketahanan struktur bullish tergantung pada bagaimana data inflasi selanjutnya dan langkah kebijakan moneter Federal Reserve membentuk sentimen pasar ke depan.