Harga emas berhasil menembus rekor tertinggi di atas 5.300 dolar AS setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang kekuatan dolar yang melemah. Pasar menilai gejolak politik dan persepsi kebijakan moneter sebagai faktor utama di balik lonjakan logam kuning. Meski indeks dolar sempat menguat, minat investor pada aset lindung nilai tetap kuat, mendorong emas lebih lanjut.
Kebijakan dolar yang lebih kuat ditegaskan oleh pernyataan Menteri Keuangan, menepis rumor intervensi pasar untuk mendorong mata uang lain. Walau demikian, itu tidak menghentikan lonjakan emas karena pasar tetap fokus pada dinamika suku bunga dan potensi kebijakan The Fed. Dolar berpendar di sisi lain, tetapi emas tetap mendapat dukungan dari permintaan safe haven.
Kekhawatiran geopolitik yang akhirnya mereda karena pernyataan terkait tarif dan traktat menambah ketenangan di pasar safe haven. Namun ketegangan antara AS dan Iran serta dinamika perdagangan global tetap menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai pelindung nilai. Para pelaku pasar menunggu keputusan The Fed sebagai penentu volatilitas jangka pendek dan arah harga ke depan.
Investors menanti keputusan The Fed dan kemungkinan adanya penggantian Jerome Powell, yang dapat mengubah arah kebijakan moneter. Laju suku bunga diperkirakan tetap tidak berubah pada pertemuan saat ini, sembari bank sentral memetakan jalur kebijakan hingga 2026. Powell sendiri diperkirakan mengakhiri masa jabatan pada bulan Mei, sehingga dinamika internal fiskal bisa meningkatkan volatilitas jelang konferensi pers.
Hasil pertemuan dapat bersifat hawkish maupun dovish. Jika pasar tenaga kerja stabil dan inflasi tetap tinggi, dolar cenderung menguat, menekan emas. Sebaliknya, kejadian yang lebih dovish akan menandakan pertumbuhan ekonomi moderat, memberi ruang bagi logam kuning untuk menguat lebih lanjut.
Para trader memperkirakan peluang The Fed untuk menahan suku bunga sekitar 95%, sementara ekspektasi pemangkasan bertahap masih menyisakan ruang sepanjang tahun. Secara teknis, indeks dolar dan imbal hasil obligasi 10 tahun naik, namun pergerakan emas tetap mendapat dukungan dari permintaan safe haven dan ketidakpastian geopolitik yang masih tersisa.
Dengan kerangka teknikal, emas melampaui level 5.300 dan menargetkan 5.500, mengisyaratkan momentum parabola yang telah mendorong harga dari sekitar 4.600 ke rekor baru. Pergerakan ini menunjukkan daya tarik logam kuning sebagai ubah safe haven dalam skenario kebijakan moneter yang berada di jalur sideways.
Harga obligasi pemerintah AS berimbal hasil 10 tahun naik sekitar 1,5 basis poin, mencapai 4,261%. Secara historis, kenaikan imbal hasil cenderung memberikan tekanan pada emas, tetapi stabilitas permintaan safe haven membantu dukungan harga. Pelaku pasar juga mencermati sinyal dari The Fed dan dinamika inflasi yang membentuk arah jangka menengah.
Rencana perdagangan yang diusulkan mempertimbangkan pembelian emas dengan open near 5.290, target sampai 5.500, dan stop loss di sekitar 5.150. Level dukungan terdekat terlihat di 5.250 dan 5.200, dengan potensi penembusan menuju 5.350–5.400 jika volatilitas meningkat. Rencana manajemen risiko ini menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5 sesuai analisis teknikal yang dibahas.