Inflasi yang melunak dan data tenaga kerja yang kuat di AS memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan pelonggaran kebijakan lebih dari 50 basis poin pada sisa tahun ini. CPI Januari menunjukkan inflasi inti cenderung lebih lemah dengan kenaikan 0,2% MoM, sementara YoY turun menjadi 2,4%. Pasar tenaga kerja juga membaik dengan Nonfarm Payrolls bertambah 130 ribu pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi pendorong bagi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Perkembangan terkait negosiasi nuklir Iran dan kemungkinan sanksi relief menjaga fokus pasar pada faktor geopolitik. Sambil itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di paruh kedua tahun ini menambah dukungan terhadap emas meskipun arah pergerakannya masih terbatas.
Secara teknis, emas terlihat dalam fase konsolidasi dengan potensi pergerakan yang terbatas dalam jangka pendek. Fokus pasar tertuju pada level breakout sekitar 5.100 sebagai konfirmasi tren naik berikutnya. Sementara itu, level 4.900 hingga 4.880 berfungsi sebagai support terdekat yang bisa menahan tekanan jual.
Di grafik harian, pola ascending triangle terlihat sebagai indikasi potensi breakout bullish. Area resistance sekitar 5.050–5.100 menjadi batasan utama, sementara harga tetap berada di atas 50-day SMA dan 100-day SMA yang menunjukkan kendali pembeli. RSI berada di sekitar 54,9 dengan bias netral ke positif, sementara ATR tetap tinggi menandakan volatilitas relatif tinggi.
Struktur moving average yang cenderung naik mendukung skenario bullish jangka menengah. Harga tetap berada di atas kedua SMA utama, mengindikasikan kendali pembeli. Namun jika harga turun menembus 4.900–4.880, penurunan lebih lanjut bisa menguji 50-day SMA di sekitar 4.645 dan kemudian 100-day SMA di sekitar 4.361.
Secara praktis, breakout di atas 5.100 diperlukan untuk mengonfirmasi kelanjutan tren. Tanpa breakout tersebut, pergerakan kemungkinan akan berada dalam kisaran hingga data rilis berikutnya. Volatilitas bisa meningkat saat sesi likuiditas terbatas, karena libur nasional AS cenderung menekan volume perdagangan.
Untuk investor, rilis FOMC Minutes, data PCE inti, dan angka GDP kuartal terakhir menjadi fokus karena bisa mengubah persepsi mengenai tempo pelonggaran kebijakan. Data yang mendukung pelonggaran kebijakan dapat mendorong emas menjadi bagian dari strategi diversifikasi risiko. Namun jika data bersifat campuran, emas bisa bertahan dalam kisaran sempit untuk beberapa waktu.
Strategi trading yang prudent adalah menghindari posisi berisiko tinggi hingga ada konfirmasi teknis yang jelas. Rentang harga di sekitar 5.100 dan 4.900 menjadi kerangka kerja untuk menilai momentum. Manajemen risiko yang ketat, termasuk penempatan stop loss yang proporsional terhadap volatilitas, penting dalam situasi pasar saat ini.
S e c a r a h a r u h a p a d a s e t i a s p a k u n , p e n d e k a t a n b e r b a s i s d a t a a n d a d a n d i s i p l i n m a n a j e m e n r i s o k i s i n i s a k a n m e n j a d i k u a t . M e n g u t u k a n k o n f i r m a s i d i a t a s 5 . 1 0 0 o r d a t a r i g d 4 . 9 0 0 b e r e n t a s p a t o t e r m .