RBNZ dijadwalkan mengumumkan kebijakan pada Rabu, dan sebagian besar pasar memperkirakan suku bunga tetap di 2.25 persen. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian analisis ekonomi dari Cetro, dan menekankan bahwa fokus utama adalah arahan kebijakan ke depan dengan kemungkinan nada hawkish meskipun sinyalnya berhati-hati. Di pasar, NZDUSD berada sekitar 0.6040 terhadap USD dan cenderung mengalami penguatan terbatas karena para investor menahan diri.
Data tekanan inflasi domestik menunjukkan kenaikan, dengan angka tahunan mencapai sekitar 3.1 persen pada kuartal keempat, menunjukkan bahwa tekanan harga masih ada. Ekspektasi inflasi satu- hingga dua-tahun juga meningkat, menambah kekhawatiran terhadap siklus pengetatan lebih awal jika tekanan harga tetap kuat. Pedagang menilai bahwa RBNZ bisa mengambil langkah penyesuaian lebih lanjut melalui panduan kebijakan yang lebih tegas.
Di sisi luar, dolar AS relatif stabil meski inflasi di negara itu melambat. CPI YoY sebesar 2.4 persen dan MoM 0.2 persen menambah spekulasi bahwa the Fed bisa menempuh jalur pelonggaran di kemudian hari, meski jeda pada pertemuan berikutnya masih menjadi pijakan utama pasar. Secara keseluruhan, arah NZDUSD akan sangat dipengaruhi oleh nada dan petunjuk kebijakan RBNZ dalam beberapa hari mendatang.
Pasar menantikan keputusan RBNZ dengan arah NZDUSD yang mendekati kisaran 0.6040. Banyak pelaku pasar menilai bahwa jika RBNZ memberikan sinyal hawkish, NZD bisa menambah kekuatannya terhadap dolar. Namun, komunikasi yang seimbang atau berhati-hati dapat memperpanjang fase konsolidasi yang sedang berlangsung.
Koordinasi teknikal menunjukkan bahwa pasangan tersebut masih berada dalam kisaran sempit, menahan diri dari breakout besar. Investor terus mencari katalis baru yang dapat memicu pergerakan arah jelas dalam beberapa hari ke depan. Karena rentang likuiditas yang tipis, reaksi terhadap pernyataan RBNZ bisa muncul secara bertahap.
Beberapa peserta pasar menilai bahwa tekanan inflasi domestik yang tetap tinggi meningkatkan peluang sikap hawkish, sebagai dukungan bagi NZD. Sementara itu, faktor global seperti data inflasi dan ekspektasi kebijakan AS juga menjadi pesaing utama yang memandu pergerakan pasangan. Secara umum, risiko eksternal dan kebijakan lokal akan menjadi penentu utama arah NZDUSD dalam waktu dekat.
Di sisi Amerika Serikat, inflasi menunjukkan tanda pelambatan, meski tekanan harga masih menjadi fokus. CPI YoY 2.4 persen dan laju bulanan 0.2 persen menunjukkan pendinginan yang memperkuat peluang jeda kebijakan oleh Fed. Namun pasar tetap mempertahankan probabilitas kenaikan suku bunga atau pengetatan lebih lanjut jika tekanan harga kembali menguat.
Yang menarik, meskipun data inflasi menunjukkan pelemahan, dolar AS tetap berada pada tingkat stabilitas yang relatif tinggi secara umum. Perhatikan perkembangan pasar tenaga kerja dan laporan inflasi berikutnya karena faktor-faktor tersebut akan memandu sikap Federal Reserve dalam beberapa rapat mendatang. Sambil itu, arah jangka pendek NZDUSD sangat bergantung pada tone komunikasi RBNZ dan bagaimana pasar menafsirkan risiko harga ke depan.
Secara keseluruhan, potensi pergerakan NZDUSD tampak bergantung pada bagaimana RBNZ membingkai arah kebijakan di tengah tekanan harga yang berlarut. Risiko/imbangan antara pengetatan hawkish dan keberanian menjaga stabilitas menjadi pusat perhatian trader. Dalam kasus positif, kombinasi faktor hawkish RBNZ dengan inflasi AS yang melambat bisa mengirim NZD lebih tinggi, tetapi konsolidasi tetap kemungkinan jika nada kebijakan tidak terlalu tegas.