EMAS Targetkan Produksi Emas Perdana 2026 dengan Pani dan Percepatan Fasilitas CIL

EMAS Targetkan Produksi Emas Perdana 2026 dengan Pani dan Percepatan Fasilitas CIL

trading sekarang

EMAS menargetkan produksi emas perdana di tambang Pani sebesar 100-115 ribu ounces pada 2026 seiring rampungnya fase konstruksi dan dimulainya operasi heap leach. Proyeksi ini menunjukkan tekad perseroan untuk memanfaatkan peluang pada logam mulia di tahap awal produksi. pergerakan harga emas menjadi faktor yang dipantau investor, karena volatilitasnya bisa mempengaruhi timing peluncuran produksi. Cetro Trading Insight menilai tonggak ini sebagai indikator positif bagi sektor tambang, meskipun dinamika harga tetap menjadi variabel kunci.

Heap leach Pani akan beroperasi pada kapasitas awal 8 Mtpa, lebih tinggi dari rencana 7 Mtpa. Peningkatan kapasitas ini menandakan kemajuan signifikan pada konstruksi dan desain proses. Studi lanjutan menunjukkan potensi peningkatan kapasitas menjadi 10 Mtpa setelah 2026 seiring pengoptimalan desain dan pengembangan tambang.

Proyek ini juga memasuki fase commissioning ADR dan menyiapkan produksi emas perdana pada awal 2026. Selain heap leach, EMAS mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) dengan target kapasitas penuh 12 Mtpa pada 2028, lebih cepat dari rencana semula 7,5 Mtpa pada 2029. Peningkatan kapasitas didukung kedalaman cadangan yang lebih besar serta upaya pendanaan yang solid melalui fasilitas kredit bergulir.

EMAS mengamankan fasilitas kredit bergulir (Revolving Credit Facility/RCF) sebesar USD 350 juta dengan tenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional, untuk menjaga fleksibilitas pendanaan proyek. Fasilitas ini memperkuat struktur pembiayaan pada fase awal produksi dan pengembangan berkelanjutan. Array analitis di Cetro Trading Insight melihat langkah pendanaan ini sebagai elemen penting yang bisa menstabilkan arus kas proyek di berbagai skenario pasar, termasuk pergerakan harga emas.

Dari sisi sumber daya, cadangan bijih Pani meningkat menjadi 190,3 juta ton dengan kandungan 4,8 juta ounces emas. Kenaikan cadangan menambah dasar ekonomi proyek dan memperkuat prospek jangka panjang EMAS. Hal ini relevan bagi investor karena pergerakan harga emas akan mempengaruhi keuntungan dari cadangan tersebut.

RKAB sebagai persetujuan kerja dan biaya akan menjadi penentu kunci untuk mencapai target produksi 2026, meski kemajuan teknis dan kapasitas operasional sudah terlihat. EMAS telah menginvestasikan sekitar USD238 juta untuk belanja konstruksi dan praproduksi pada operasi open-pit heap leach. Array insights menunjukkan bahwa proyek ini memiliki skala ekonomi potensial jika RKAB disetujui tanpa kendala.

Target produksi 2026 menandai fase penting bagi EMAS, yang berupaya mengubah tambang Pani menjadi sumber aliran kas jangka panjang. Progres konstruksi saat ini mencapai sekitar 94 persen, dengan pengaliran listrik dari jaringan PLN berbasis Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bagian dari komitmen energi bersih. Cetro Trading Insight menilai momentum ini sebagai fondasi kuat bagi rencana ekspansi emiten ke depan.

Rencana rekonfigurasi desain CIL memungkinkan fasilitas tersebut beroperasi penuh dengan kapasitas 12 Mtpa pada 2028, lebih cepat daripada target 2029. Pekerjaan tanah untuk fasilitas CIL telah dimulai sejak Januari 2026, mempercepat transisi dari konstruksi ke operasional. pergerakan harga emas menjadi konteks penting dalam penilaian biaya modal dan potensi laba proyek tersebut.

Faktor risiko utama mencakup persetujuan RKAB, volatilitas harga emas, serta dinamika biaya operasional. Namun, cadangan yang lebih besar dan kapasitas pengolahan yang lebih tinggi memberi EMAS fleksibilitas untuk mengoptimalkan produksi dan memperluas margin. Array pendekatan strategi jangka panjang menggabungkan evaluasi pendapatan, kemitraan strategis, dan respons terhadap pergerakan harga emas untuk menjaga nilai bagi pemegang saham.

broker terbaik indonesia