Harga Emas Dunia Berfluktuasi: Data Tenaga Kerja AS dan Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Harga Emas

Harga Emas Dunia Berfluktuasi: Data Tenaga Kerja AS dan Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Harga Emas

trading sekarang

Di tengah gejolak geopolitik dan perubahan kebijakan moneter global, harga emas saat ini telah menjadi magnet utama bagi para investor. Laju pasar bergejolak, membuat para pelaku pasar menimbang risiko dengan cermat. Harga emas dunia ditutup menguat 3,99 persen ke USD4.960,39 per ons. Dalam pembacaan Array data historis, volatilitas emas terlihat meningkat.

Sehari sebelumnya, logam kuning sempat melemah ke USD4.769,89 per ons sebelum akhirnya rebound, dan harga emas saat ini tampak berada di jalur volatil. Kaum analis melihat dinamika ini sebagai tanda volatilitas yang tinggi dalam pasar emas. Array analisis pasar menunjukkan pola pergerakan yang berulang pada momentum saat ini. Menulis laporan ini, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau rilis data ekonomi AS.

Analisa teknikal menyoroti level penting bagi harga emas saat ini, dengan support pertama di USD4.831 per troy ons dan resistance pertama di USD5.057 per troy ons. Jika harga turun, peluangnya mengarah ke dukungan lebih lanjut di level tersebut; jika naik, resistansi berikutnya bisa terlihat di USD5.170 per troy ons. harga emas saat ini cenderung fluktuatif, menuntut kehati-hatian bagi investor. Analisis Array lanjutan mendukung interpretasi volatilitas ini.

Di sisi logam mulia Antam, harga logam mulia Antam naik Rp30 ribu menjadi Rp2.920.000 per gram pada Sabtu. Kenaikan ini menambah dinamika harga logam mulia di pasar domestik.

Faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga meliputi penundaan rilis data ketenagakerjaan Januari 2026 akibat shutdown pemerintahan AS, dan bagaimana data tersebut akan jadi indikator bagi kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, investor juga mencermati perkembangan di Timur Tengah pasca pertemuan AS-Iran terkait reaktor nuklir. Semua faktor ini memicu volatilitas di pasar logam mulia.

Di sisi geopolitik, konflik Rusia-Ukraina masih menjadi faktor dan menambah ketidakpastian investasi. Dalam konteks ini, Kevin Warsh—yang dianggap hawkish—dihadirkan sebagai calon, meski belum menjamin arah kebijakan. Dalam laporan ini, Array wawasan pasar milik Cetro Trading Insight mencoba merangkum bagaimana dinamika tersebut bisa membentuk tren ke depan.

broker terbaik indonesia