Emas berada dalam tekanan setelah gejolak di wilayah Iran mulai mereda, menekan permintaan aset safe-haven. Investor menilai risiko geopolitik berkurang dan mempertimbangkan kemungkinan kebijakan bank sentral yang tetap netral. Fakta ini mengurangi daya tarik logam mulia bagi para pelaku pasar yang sebelumnya menempatkannya sebagai perlindungan nilai. Selain itu, indeks dolar cenderung menguat, membatasi penurunan harga emas dalam sesi perdagangan terkini.
Dilansir beberapa sumber pasar, Presiden AS nampak menahan diri terhadap tindakan militer tertentu setelah Iran berjanji mengecam tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa. Langkah ini menambah nuansa kehati-hatian di pasar, sementara sekutu regional juga mendorong penahanan diri untuk menghindari eskalasi. Kondisi ini membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe-haven yang selama ini mendongkrak harganya di situasi tegang.
Data ekonomi AS seperti klaim pengangguran awal yang lebih rendah dari ekspektasi menambah keyakinan bahwa kebijakan moneter Federal Reserve dapat tetap berada pada jalur saat ini. Pasar tenaga kerja yang relatif kuat memungkinkan Fed menahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, sebuah faktor negatif bagi emas yang bersifat tidak berbunga. Sementara itu, dinamika harga minyak dan dolar AS turut berperan dalam menjaga volatilitas emas tetap terbatas.
Data pekerjaan AS yang dilaporkan mengindikasikan perlambatan di pasar kerja tetap terkendali, dengan klaim pengangguran awal turun lebih rendah dari ekspektasi. Rilis ini memperkuat asumsi bahwa suku bunga Federal Reserve tidak akan turun dalam waktu dekat, meskipun ada perdebatan mengenai jalur pemangkasan di masa depan. Hal ini memberikan dukungan terhadap dolar AS dan menekan harga emas yang tidak berbunga.
Ritel AS menunjukkan momentum positif pada bulan November, dengan penjualan ritel meningkat melebihi proyeksi. Informasi terkait juga datang dari Indeks Harga Produsen yang tetap tinggi, menambah unsur tekanan inflasi pada hasil kebijakan bank sentral. Dalam konteks tersebut, analis menyoroti dinamika pasar tenaga kerja yang tetap kuat meski biaya pinjaman membaik.
Beberapa pejabat bank sentral juga menegaskan bahwa kondisi inflasi masih tinggi namun menuju arah yang lebih stabil. Pernyataan ini mempengaruhi pandangan pasar mengenai kapan pemotongan suku bunga akan terjadi. Sementara itu, laporan Beige Book menonjolkan peningkatan aktivitas ekonomi secara moderat di banyak wilayah, menambah nuansa ketahanan ekonomi meski berpotensi menaikkan tekanan harga.
Secara teknis, XAUUSD diperdagangkan sekitar level 4.590, dengan pola wedge naik yang berkembang menunjukkan momentum sisi atas mulai memudar. Dalam skenario ini, resistensi dekat terlihat di sekitar 4.643 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa, disusul zona atas wedge di sekitar 4.660. Penembusan di atas konfluensi zone tersebut akan membuka peluang menuju 4.700 dan menambah peluang perbaikan jangka pendek bagi emas.
Sisi bawah mendapati dukungan di EMA 9 hari sekitar 4.549, kemudian batas bawah wedge di sekitar 4.520. Jika harga benar-benar menembus dukungan ini dengan volume yang kuat, emas bisa menjelajah ke wilayah EMA 50-hari di sekitar 4.313. Skenario ini mencerminkan risiko pembalikan bearish yang dapat menguat jika nyala tekanan jual meningkat.
Untuk operasional perdagangan, sinyal teknis menunjukkan rekomendasi jual dengan open 4.590, stop loss 4.630, dan take profit 4.530. Rasio risiko-imbalan yang diharapkan adalah sekitar 1:1,5, sesuai dengan panduan risiko pasar. Para pelaku pasar disarankan mempertimbangkan faktor likuiditas dan konfirmasi volume sebelum membuat keputusan eksekusi.