Harga emas turun ke sekitar $4.790 pada sesi Asia pagi hari Kamis, setelah rally sebelumnya. Optimisme terkait penghindaran tarif oleh Trump meredam permintaan aset safe-haven karena kerangka kesepakatan Greenland mulai terbentuk. Perkembangan ini menandakan bahwa risiko geopolitik bisa berkurang dalam jangka pendek meskipun pasar tetap waspada terhadap potensi kabar baru.
Analis mengatakan tren bullish emas masih ada. Hal ini didorong oleh ekspektasi pemotongan suku bunga, ketegangan geopolitik yang masih berlanjut, dan pembelian aset oleh bank sentral. Meski demikian, belum ada parameter konkret mengenai kesepakatan itu sehingga momentum bisa berubah jika ada perkembangan baru. Hal ini menambah dinamika pasar dan membuat arah jangka pendek masih belum pasti.
Analis ING, Ewa Manthey, menilai bahwa dukungan pasar emas masih kuat meski terjadi koreksi. Ia menekankan bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga, tensi geopolitik, dan pembelian bank sentral menjaga potensi kenaikan. Sementara itu, pelaku pasar tetap menantikan rilis data ekonomi AS untuk memahami arah jangka pendek.
Para pedagang menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal ketiga, klaim tunjangan pengangguran mingguan, dan indeks harga belanja pribadi (PCE) yang dirilis hari Kamis. Ketidakpastian angka-angka tersebut bisa memicu volatilitas di pasar emas, karena data ini mempengaruhi proyeksi kebijakan moneter. Selain itu, dinamika pasar juga dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi investor terhadap global pertumbuhan.
Jika hasilnya lebih lemah dari ekspektasi, dolar AS bisa melemah dan hal itu mendukung harga emas yang diperdagangkan dalam USD. Sebaliknya, data yang kuat bisa menekan emas meski ada faktor pendukung jangka panjang. Kondisi ini menambah kompleksitas analisis bagi trader jangka pendek.
Para pembaca perlu memperhatikan bagaimana keputusan bank sentral dan perkembangan geopolitik membentuk arah harga emas. Meskipun analisis fundamental memberikan landasan, sinyal teknikal tetap diperlukan untuk konfirmasi. Manajemen risiko tetap menjadi kunci agar peluang keuntungan bisa direalisasikan tanpa ekspos risiko berlebih.