NFP Januari Diperkirakan 45k, UE 4.4%, TD Securities: Risiko Hawkish Menguat

NFP Januari Diperkirakan 45k, UE 4.4%, TD Securities: Risiko Hawkish Menguat

trading sekarang

TD Securities' Global Strategy Team memperkirakan NFP Januari akan menunjukkan kenaikan pekerjaan yang sangat lemah, sekitar 45 ribu, di bawah konsensus 70 ribu. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4.4 persen, menandakan tenaga kerja yang stabil meskipun belum kuat untuk mengubah jalur kebijakan. Dalam ulasan ini, Cetro Trading Insight merangkum temuan kami untuk membantu pembaca memahami potensi dampaknya terhadap pasar.

Risiko hawkish muncul jika laju pengangguran turun ke 4,3 persen. Jika pasar tenaga kerja mengalami perbaikan lebih kuat meski NFP rendah, pasar bisa menilai perlunya kebijakan yang lebih ketat. Sektor kesehatan dan konstruksi diperkirakan menopang kenaikan payroll privat sekitar 40 ribu, sedangkan payroll pemerintah diperkirakan bertambah sekitar 5 ribu, sehingga totalnya tetap lemah namun berstruktur.

Level UE diperkirakan bertahan di 4.4 persen, mencerminkan stabilisasi tenaga kerja yang mendukung jeda pemangkasan suku bunga. Ada ketidakpastian tambahan dari penyesuaian populasi BLS pada Januari yang diperkirakan negatif, menambah risiko terhadap interpretasi data resmi. Secara umum, risiko pasar cenderung hawkish jika data menambah tekanan terhadap jalur kebijakan Fed.

Analisis menunjukkan kemungkinan bear flattening pada kurva imbal hasil, di mana imbal hasil tenor panjang cenderung turun lebih lambat dibanding tenor pendek karena pasar menilai data tenaga kerja dan prospek kebijakan secara berbeda. Pasar memberi bobot lebih pada tingkat pengangguran sebagai indikator utama kesehatan tenaga kerja daripada sinyal kebijakan Fed. Kondisi ini mendorong pergeseran harga pada obligasi jangka menengah hingga panjang.

Lelang US 10 tahun yang dijadwalkan sore hari menjadi fokus utama, karena hasil lelang dapat memicu perubahan pada kurva imbal hasil dan ekspektasi kebijakan. Jika NFP mengecewakan, imbal hasil jangka pendek bisa turun sementara tenor panjang tetap kuat, menambah tekanan pada kurva. Hal itu meningkatkan volatilitas pada pasar obligasi dan bisa berdampak pada pergerakan dolar secara bersamaan.

Risiko dianggap lebih hawkish karena turunnya continuing claims dianggap positif bagi prospek tenaga kerja. Penurunan ke 4,3 persen dianggap lebih mungkin daripada kenaikan ke 4,5 persen. Perbaikan momentum belanja ritel Desember juga memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi tetap rapuh, sehingga beberapa pelaku pasar menahan kepastian kebijakan jangka panjang.

Desember mencatat penjualan ritel yang flat terhadap ekspektasi ekspansi 0,4 persen miliar, menunjukkan bahwa daya beli rumah tangga tidak tumbuh secepat yang diharapkan. Kendala utama terlihat pada kelompok kontrol yang secara tak terduga terkontraksi 0,1 persen, dan revisi Desember untuk kelompok tersebut turun menjadi 0,2 persen.

Momentum payrolls Januari diprakirakan tetap lemah, dengan kontribusi privat sekitar 40 ribu didorong oleh layanan kesehatan dan konstruksi, sementara pemerintah bertambah sekitar 5 ribu. Kondisi konsumsi yang lesu menambah tantangan bagi pertumbuhan ekonomi ke depan, meski beberapa komponen tenaga kerja menunjukkan stabilisasi. Analisis ini menekankan perlunya peningkatan daya beli agar ekspansi ekonomi berlanjut.

Ketika data payrolls dan belanja ritel membentuk ekspektasi kebijakan, risiko hawkish tetap ada menjelang lelang 10 tahun. Pergerakan tersebut dapat mempengaruhi dolar AS dan imbal hasil obligasi secara bersamaan, meningkatkan volatilitas di pasar keuangan. Investor disarankan untuk menilai potensi volatilitas dan menerapkan manajemen risiko yang tepat.

broker terbaik indonesia