Emas Turun Mendekati $4.465 Pasca ISM Services PMI Positif, Implikasi bagi Prospek Fed 2026

Emas Turun Mendekati $4.465 Pasca ISM Services PMI Positif, Implikasi bagi Prospek Fed 2026

Signal XAU/USDSELL
Open4465
TP4400
SL4505

ISM Services PMI Desember melonjak dari 52,6 menjadi 54,4, menunjukkan penguatan aktivitas saat ini di sektor jasa. Angka tersebut melampaui estimasi 52,3 dan menandai momentum ekonomi yang lebih gesit daripada yang diperkirakan banyak analis. Dampaknya terhadap emas ialah sedikitnya permintaan segera terhadap aset safe-haven karena ekspektasi ekspansi ekonomi yang lebih kuat.

Selain itu, beberapa indikasi ketenagakerjaan tetap solid, dengan subkomponen pekerjaan menunjukkan perbaikan meskipun tekanan biaya tetap ada. Perubahan harga yang dibayar juga mereda, menandakan dinamika biaya yang lebih moderat di sektor jasa. Secara kumulatif, data ini menguatkan narasi bahwa aktivitas ekonomi AS sedang memantapkan pijakannya meskipun risiko geopolitik meningkat.

Bank sentral lainnya terlihat menambah cadangan emas, sedangkan imbal hasil obligasi AS turun, menahan tekanan terhadap imbal hasil dolar. Dalam konteks ini, imbas terhadap emas adalah penguatan risiko presisi, karena kebijakan moneter AS dapat menimbang perlunya pelonggaran lebih lanjut di 2026 dan fleksibilitas nilai tukar dolar tetap terjaga.

Kondisi Tenaga Kerja dan Kebijakan Federal Reserve

Data pekerjaan November menunjukkan penurunan jumlah lowongan kerja menjadi 7,146 juta dari 7,449 juta pada bulan sebelumnya, menandakan pendinginan bertahap dalam permintaan tenaga kerja. Namun, laporan JOLTS tidak cukup berubah untuk meredakan optimisme pasar terhadap kebijakan Fed yang lebih longgar di masa depan. Pasar tetap mengantisipasi beberapa pemotongan suku bunga menjelang akhir tahun 2026.

Di sisi payroll swasta, ADP melaporkan peningkatan sebesar 41.000 pada bulan Desember, jauh dari estimasi 47.000, tetapi menunjukkan perbaikan dibandingkan kehilangan pekerjaan 29.000 bulan sebelumnya. Data ini mengindikasikan stabilisasi pekerjaan menjelang akhir tahun, meskipun peningkatan tenaga kerja mungkin tidak langsung mendorong kenaikan signifikan pada inflasi. Klaim pengangguran awal dan Nonfarm Payrolls menjadi indikator yang dipantau ketat untuk konfirmasi tren tenaga kerja yang melambat.

Secara keseluruhan, laporan tenaga kerja menciptakan gambaran campuran bagi emas. Meski beberapa data menunjukkan pelemahan, ekspektasi pelonggaran Fed pada 2026 menjaga daya tarik emas sebagai lindung nilai, meskipun harga sedang diperdagangkan dekat level kunci dan masih sensitif terhadap data kerja berikutnya.

Analisis Teknis dan Proyeksi Harga Emas

Harga emas berusaha bertahan di sekitar level $4.500, setelah gagal menembus resistance di angka tersebut. Pergerakan ini menandai transisi momentum dari bullish menuju netral, terutama setelah rilis data AS yang menguat. Kejadian ini menempatkan fokus pada area support sekitar $4.450 dan level berikutnya di sekitar $4.400 jika penutupan harian berada di bawah $4.450.

Indikator RSI menunjukkan pergeseran menuju kondisi netral, menandakan tidak ada sinyal jenuh jual atau beli yang kuat untuk saat ini. Penembusan di bawah $4.450 berpotensi membuka jalan untuk penurunan lanjutan menuju $4.400, sementara momentum turun bisa disokong oleh turunnya imbal hasil dan pelemahan indeks dolar. Sedangkan jika harga melewati $4.500 ke atas, target berikutnya berada di kisaran $4.549 hingga $4.600, tergantung dinamika pasar dan risiko geopolitik.

Secara keseluruhan, dinamika harga emas tetap sensitif terhadap rilis data tenaga kerja dan kebijakan Fed. Karena peluang pemangkasan suku bunga di 2026 tetap ada dan yield AS menurun, bias jangka menengah tetap cenderung bearish bagi emas jika data tenaga kerja tetap kuat, meski rebound teknikal bisa terjadi jika sentimen pasar berubah.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image