Sentimen risiko global memburuk, mendorong dolar AS sebagai aset safe-haven. Kondisi ini membuat GBPUSD tertekan dan menambah tekanan jual pada pasangan mata uang utama ini. Pergerakan harga menunjukkan respons ritel terhadap arus risiko yang berfluktuasi.
Data ISM Non-Manufacturing untuk Desember menunjukkan peningkatan aktivitas sektor jasa AS secara tak terduga. Pengetatan ekspektasi bagi ekonomi global juga menambah kekuatan dolar terhadap kinerja GBPUSD. Hal ini memperkuat bias penurunan untuk pasangan tersebut.
Inti analisa adalah bahwa sisi fundamental dolar menjadi penggerak utama, sementara faktor teknis seperti resistance dan pola harga di kerangka jam dapat memicu peluang jual lebih lanjut. Trader disarankan memperhatikan reaksi harga terhadap spekulasi data makro yang akan datang.
Area entry SELL berada di kisaran 1.35035–1.34808, dengan konfirmasi bisa didapatkan melalui pergerakan di time frame H1. Trader juga bisa menilai pola harga dan indikator jangka pendek untuk menguatkan sinyal jual.
Rencana target terdiri dari beberapa level: TP1 1.34616, TP2 1.34302, TP3 1.33992. Stop loss ditempatkan di 1.35242 untuk membatasi risiko jika harga bergerak berlawanan arah. Struktur target bertahap memungkinkan manajemen posisi yang lebih fleksibel.
Secara rasio risiko-untung, perjalanan ke TP3 memberikan potensi reward sekitar 2.9:1 relatif terhadap risiko sekitar 1:1.5 atau lebih, sehingga rencana ini sejalan dengan preferensi trading berbasis peluang teknikal. Rekomendasi eksekusi adalah mengikuti area resistance untuk konfirmasi sebelum entry dan memantau perubahan keadaan pasar secara berkala.