Emas Turun Tajam Seiring Risiko AI Memicu Selloff Pasar Komoditas

Emas Turun Tajam Seiring Risiko AI Memicu Selloff Pasar Komoditas

Signal XAU/USDSELL
Open4920.37
TP4501
SL5200
trading sekarang

UOB Global Economics & Markets Research melaporkan penurunan tajam pada emas dan logam mulia lainnya akibat aversi risiko terkait AI meluas ke pasar keuangan. Analisa menunjukkan bahwa penurunan datang setelah reli besar sebelumnya, dengan faktor perdagangan algoritmik dan aksi ambil untung mempercepat pelemahan harga.

Catatan tersebut menyoroti bagaimana sentimen terhadap komoditas menjadi rapuh karena kekhawatiran terkait AI dan volatilitas perdagangan. Penurunan persentase besar pada emas, perak, dan tembaga menunjukkan tekanan lebar di seluruh kompleks komoditas.

Harga spot emas turun 3.2% hingga USD 4,920.37/oz pada penutupan New York, perak jatuh 11% menjadi USD 75.15/oz, sementara platinum, palladium turun dan tembaga di LME turun 2.2%.

Penekanan utama berasal dari dinamika perdagangan algoritmik yang memperkuat tekanan jual ketika investor melakukan profit taking setelah reli ekuitas dan komoditas sebelumnya. Banyak pedagang institusional dan algoritme diperkirakan mempercepat penurunan harga emas dan logam mulia lainnya.

Selain faktor teknikal, risiko AI membentuk suasana pasar saat ini dan menambah kebutuhan manajemen risiko di kalangan trader. Ketidakpastian seputar arah pasar memunculkan volatilitas lebih lanjut meski beberapa pedagang melihat peluang pembalikan setelah koreksi besar.

Pergerakan harga emas yang turun mengikuti sentimen risiko yang meluas ke sektor keuangan, dengan tembaga dan perak juga mencerminkan tekanan yang serupa di pasar logam industri. Laporan ini menyoroti bahwa aksi jual bisa berlanjut jika koreksi berlanjut, meski ada potensi pembalikan teknikal di masa mendatang.

Dampak pada Pasar Komoditas dan Apa Selanjutnya

Penurunan tajam pada emas dan logam mulia turut mempengaruhi dinamika pasar komoditas secara luas, karena emas sering dipandang sebagai barometer risiko. Penurunan ini juga diikuti penurunan pada logam industri seperti tembaga, menandakan sentimen yang lemah secara umum.

Investor disarankan memantau faktor fundamental global, termasuk fluktuasi risiko teknologi dan likuiditas pasar. Segmentasi antara aset safe-haven dan risiko/bunga memerlukan penilaian ulang strategi alokasi portofolio dan manajemen risiko.

Melihat ke depan, pasar komoditas kemungkinan akan tetap volatil hingga adanya konfirmasi arah tren. Poin penting bagi trader adalah menjaga jarak risiko dan menunggu peluang teknikal yang jelas sambil menghindari overexposure pada aset yang sensitif terhadap berita risiko AI.

broker terbaik indonesia