
Prospek gas Bentu di Blok Bentu milik Energi Mega Persada (ENRG) tetap kuat dan berpotensi menjadi penopang kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Analis menilai momentum ini bisa mengamankan aliran pendapatan gas untuk jangka panjang. Menurut ulasan dari Cetro Trading Insight, UOB Kay Hian menyoroti kontrak penjualan gas jangka panjang dengan PLN (Persero) dan pelanggan industri sebagai kunci kepastian permintaan.
Lapangan Bentu juga mendapatkan efisiensi biaya melalui penggunaan infrastruktur bersama dengan Lapangan Korinci Baru. Efisiensi ini membantu menekan biaya operasional dan meningkatkan utilisasi aset, memperkuat daya saing perseroan. Sinergi antarlapangan juga meningkatkan fleksibilitas produksi untuk memenuhi kontrak jangka panjang.
Dalam jangka pendek, sejumlah katalis positif dinilai akan mendorong ENRG, antara lain pengembangan Lapangan Central East Napuh dan beroperasinya fasilitas pemisahan kondensat North Segat Deep. Proyek-proyek ini berpotensi meningkatkan produksi gas serta aliran kas perseroan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, UOB Kay Hian menaikkan target harga ENRG menjadi Rp1.870 per saham dan merekomendasikan beli.
Katalis positif terlihat dari penyesuaian target harga oleh UOB Kay Hian menjadi Rp1.870 per saham dengan rekomendasi beli yang dipertahankan. Revisi ini mencerminkan optimisme atas potensi produksi gas Bentu dan kontribusi proyek terkait di masa mendatang. Selain itu, pembaruan prospek ini diharapkan dapat menarik perhatian investor pada peluang jangka panjang ENRG.
Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan dinamika yang positif setelah periode koreksi. Pada perdagangan terakhir, saham ENRG melonjak 10,25% ke Rp1.345 per saham pada Jumat (22/5/2026), berupaya rebound setelah empat hari terkoreksi. Respons pasar mengindikasikan penerimaan terhadap katalis fundamental yang sedang berjalan.
Di sisi pembiayaan, ENRG menyiapkan dukungan likuiditas melalui obligasi berkelanjutan I Tahap II 2026 sebagai bagian dari strategi pendanaan. Instrumen ini diharapkan mendukung pembiayaan bagi anak usaha dan kebutuhan modal kerja melalui alokasi dana yang terstruktur. Perkembangan ini sejalan dengan fokus perusahaan pada ekspansi dan kelancaran operasional di sektor migas Indonesia.
Rincian obligasi menunjukkan upaya ENRG untuk mengoptimalkan struktur modal melalui penerbitan obligasi tanpa warkat dengan total nilai hingga Rp4 triliun. Pasar menerima struktur tiga seri yang menawarkan kombinasi tenor dan kupon tetap untuk mendukung pembiayaan proyek serta refinancing utang.
Seri A sebesar Rp259,5 miliar menawarkan kupon 7,50% per tahun dengan tenor 370 hari; Seri B sebesar Rp172,4 miliar menawarkan 8,75% per tahun dengan tenor 3 tahun; Seri C sebesar Rp68,1 miliar menawarkan 9,25% per tahun dengan tenor 5 tahun. Dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk pendanaan anak usaha, modal kerja, dan pelunasan pokok utang kepada Bank Mandiri melalui EMA serta ITA.
Penawaran umum obligasi dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei–2 Juni 2027, dengan penjatahan 3 Juni 2027 dan distribusi obligasi secara elektronik pada 5 Juni 2027. Langkah pembiayaan ini selaras dengan rencana perusahaan untuk memperkuat likuiditas dan memperluas kapasitas operasional di sektor migas Indonesia serta Mozambik. Penilaian investor akan bergantung pada perkembangan proyek dan kemampuan perusahaan menjaga arus kas.