
Sentimen pasar global membaik setelah berita mengenai telah disepakatinya memorandum of understanding antara Amerika Serikat dan Iran, yang meningkatkan apet pasar pada aset berisiko. Indeks S&P 500 futures terlihat naik lebih dari 1%, dan pasar saham Asia menunjukkan reli luas, menandai meningkatnya selera risiko di kalangan investor. Dampak politik dan geopolitik yang lebih stabil mendorong pelaku pasar untuk menambah eksposur pada pasangan mata uang berisiko seperti GBP/USD.
Di sisi lain, para investor menanti rilis kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) dan Bank of England (BoE) dalam minggu ini. Rilis tersebut diperkirakan menjadi katalis utama, meskipun dinamika pasar tampak lebih optimistis dibandingkan beberapa waktu lalu. Kondisi ini memberi dukungan bagi pergerakan GBP/USD untuk menguat secara bertahap di sesi perdagangan Asia mendekati 1.3460.
Selain itu, indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0.4% menuju level sekitar 99.40, memberikan dukungan tambahan bagi pasangan berisiko. Fokus juga tertuju pada data UK seperti laporan tenaga kerja tiga bulan hingga April dan data CPI bulan Mei, yang akan menjadi sorotan utama menjelang keputusan BoE. Investor menilai bagaimana tekanan kebijakan kedua bank sentral bisa memicu volatilitas lebih lanjut pada pasangan ini.
Secara teknikal, GBP/USD berhasil bergerak lebih tinggi dan kembali berada di atas rata-rata pergerakan eksponensial 20-periode, menandakan bias jangka pendek yang lebih positif. Momentum ini terlihat dari pergerakan harga yang cenderung stabil di kisaran support dan resistance terdekat, sehingga peluang breakout relatif terbuka jika tekanan beli tetap kuat. Indikator relatif kekuatan (RSI) berada sekitar 53, menunjukkan momentum yang stabil tanpa tanda kejenuhan.
Di sisi atas, level resistance utama berada di sekitar 1.3500, menjadi hambatan pertama yang perlu ditembus untuk menjaga kelanjutan tren. Setelah itu, garis resistensi tren turun menjadi target di sekitar 1.3580 jika kenaikan berlanjut. Di sisi bawah, area permintaan terlihat di sekitar 1.3425 sebagai dukungan awal, dengan zona dukungan dari tren garis sekitar 1.3327 sebagai level penting berikutnya.
Pergerakan harga saat ini menggambarkan volatilitas yang moderat. Jika harga menembus ke atas 1.3580 dan bertahan di level tersebut, skenario bullish berpotensi berlanjut dengan target sekitar 1.360-an. Namun, jika harga gagal menembus 1.3500 dan berbalik, perhatian akan beralih pada pengetesan ulang area 1.3425 dan potensi pembalikan menuju sisi bawah yang lebih luas.
Rencana perdagangan yang disarankan mengikuti skenario bullish dengan entri beli di sekitar 1.3460, stop loss di 1.3425, dan take profit di 1.3580. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:3,4 sejalan dengan volatilitas harian serta level-level teknikal yang ada, sehingga potensi keuntungan cukup menarik bila skenario breakout terlaksana. Kondisi ini juga sesuai dengan gambaran teknikal yang menunjukkan harga berada di atas moving average penting.
Faktor risiko utama meliputi rilis data ekonomi UK yang bisa memicu volatilitas lebih tinggi, serta keputusan kebijakan moneter Fed dan BoE. Ketidakpastian geopolitik juga bisa memicu pergerakan signifikan pada pasangan ini. Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat dan ukuran posisi yang sesuai profil risiko tetap dianjurkan.
Kesimpulannya, sentimen risiko yang lebih baik dan dukungan teknikal mendasari peluang GBP/USD untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek. Pantau konfirmasi breakout di atas 1.3580 atau penurunan di bawah 1.3425 sebagai sinyal lanjutan. Cetro Trading Insight akan terus memantau pasar dan menyajikan pembaruan terkini secara berkala.