
EUR/CAD melemah untuk hari ketiga berturut-turut, beredar sekitar 1.5920 pada jam Asia Jumat. Penurunan mencerminkan peningkatan risiko global akibat ketegangan di Timur Tengah. Investor menilai dampak kemungkinan kelanjutan blokade Iran terhadap arus perdagangan dan likuiditas pasar.
Trump menyatakan bahwa blokade pelabuhan Iran akan berlanjut, meningkatkan kekhawatiran soal masa depan jalur Hormuz. Ketidakpastian ini memperbesar risiko bagi euro jika konflik regional memperberat tekanan pada outlook pertumbuhan zona euro. Di sisi lain, CAD mendapat dukungan karena harga minyak mentah yang lebih tinggi, mendorong pergerakan pasangan mata uang komplementer.
ECB tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan April meski inflasi di zona euro meningkat. Dewan Gubernur menegaskan bahwa risiko terhadap inflasi meningkat meskipun prospek pertumbuhan tetap lemah. Kondisi ini menjaga EUR/CAD tetap tertekan dalam jangka pendek, meskipun faktor geopolitik terus memicu volatilitas.
CAD terkait komoditas mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak bumi yang sedang berlangsung. WTI sempat dibuka dengan gap bearish tetapi akhirnya bergerak naik dan diperdagangkan sekitar 102.40 dolar AS per barel. Penawaran dan permintaan minyak berperan sebagai faktor utama yang membentuk dinamika pasangan EURCAD dalam beberapa sesi terakhir.
ECB selama pertemuan April memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga deposit yang berada di 2 persen, menjaga kebijakan moneter tetap netral. Meningkatnya inflasi area euro menjadi perhatian, meskipun risiko terhadap pertumbuhan juga meningkat karena konflik regional. Kebijakan itu menambah dinamika pada EURCAD karena para pelaku pasar menilai bagaimana jalan keluar dari ketidakpastian geopolitik tersebut.
Dengan dukungan minyak dan kebijakan ECB yang relatif datar, CAD berpotensi terus mengalami tekanan jika minyak melanjutkan tren positif. Namun volatilitas pasar tetap tinggi karena berita geopolitik dan dinamika permintaan global. Menurut Cetro Trading Insight, peluang trading pada EURCAD cenderung memberi sinyal jual jangka pendek seiring penurunan harga dan ketidakpastian regional.