EUR/GBP menguat ke sekitar 0.8771 ketika Sterling tertekan oleh ketidakpastian politik di Inggris. Perkembangan terakhir, termasuk dinamika kepemimpinan dan gejolak dalam Partai Buruh terkait pemilihan pendahulu, menambah volatilitas di pasar mata uang. Investor memperhatikan bagaimana ketidakpastian ini dapat mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan. Cetro Trading Insight memantau dinamika ini untuk pembaca kami.
Data ekonomi Inggris menunjukkan ketegangan konsumen yang membentuk sudut pandang investor terhadap prospek ekonomi. GfK Consumer Confidence turun menjadi -19 pada Februari dari -16 bulan sebelumnya, melampaui ekspektasi. Penurunan kepercayaan ini menambah tekanan terhadap Sterling dan memicu fokus pada kebijakan Bank of England.
Di sisi lain, ekspektasi pelonggaran kebijakan BoE semakin mengemuka karena inflasi melambat dan pasar tenaga kerja melemah. Pasar mulai memperkirakan potensi pemotongan suku bunga di pertemuan Maret, sementara ECB diperkirakan menahan suku bunga sepanjang sisa 2026 untuk menjaga stabilitas harga. Kondisi ini mendukung EUR terhadap GBP.
Inflasi Jerman menunjukkan pelemahan yang menenangkan tekanan di pasar. Data CPI Jerman Februari menunjukkan kenaikan 0.2% secara MoM, lebih lemah dari proyeksi 0.5%, sementara YoY turun menjadi 1.9%.
Secara tahunan, Harmonized Index of Consumer Prices HICP naik 0.4% MoM meskipun masih melambat dari rekor sebelumnya, dan tahunannya turun menjadi 2.0%. Data ini memperkuat narasi bahwa inflasi harga konsumen di Jerman sedang melonggar, memberikan ruang bagi kebijakan moneter Eropa.
Dengan dinamika ini, ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga saat ini sepanjang sisa 2026, fokus pada stabilitas harga dan pemulihan ekonomi. Ketidakpastian global tetap ada, tetapi kondisi inflasi yang lebih terkelola membantu EUR tetap relevan sebagai bagian dari strategi kebijakan kawasan euro.