
Inflasi Zona Euro meningkat menjadi 3.0% secara tahunan pada bulan April, didorong oleh kenaikan harga energi. Data tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan ECB semakin menaruh fokus pada pengetatan. Sementara itu, Core HICP juga menunjukkan moderasi menjadi 2.2% YoY, meski tetap di atas target 2%. Pada saat yang sama, pasar menilai bahwa langkah-langkah pengetatan bisa datang bertahap namun tegas. Komentar dari pejabat ECB menambah kisah bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni cukup tinggi.
Di sisi Inggris, inflasi dan data pekerjaan yang lebih lemah membuat ekspektasi kenaikan suku bunga BoE berkurang. CPI April turun menjadi 2.8% YoY, sedikit di bawah ekspektasi 3.0%, sedangkan Core CPI turun menjadi 2.5%. Kondisi ini memberi ruang bagi BoE untuk menilai dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi tanpa langsung menaikkan suku bunga lebih lanjut. Akibatnya, investor memangkas sebagian besar path kenaikan suku bunga di pasar swaps.
Pergerakan EUR/GBP turun sekitar 0.8654 pada saat penulisan, mendekati level terendah dalam satu minggu. Para trader memantau dinamika inflasi dan prospek kebijakan sebagai faktor utama yang mendefinisikan arah pasangan ini. Ketidakpastian terkait aliran energi dan ketergantungan Eropa pada energi impor turut membentuk risiko pertumbuhan yang menahan langkah ECB. Lantas, dinamika ini membentuk nafas baru bagi pelaku pasar yang mencari peluang di volatilitas jangka menengah.
Wunsch menyatakan bahwa Zona Euro berada pada "awal masalah inflasi" dan ECB akan merespons saat diperlukan. Klaim bahwa kejutan harga energi akan mendorong pengetatan lebih lanjut memperkuat ekspektasi pasar terhadap Juni. Analis juga menilai bahwa sekitar 75 basis poin tambahan pengetatan mungkin terjadi sepanjang tahun ini.
Sementara itu, data inflasi Inggris yang lebih lemah dan data pekerjaan yang lebih stabil mengubah pandangan terhadap kebijakan BoE. Pasar menurunkan perkiraan total pengetatan 12 bulan mendatang menjadi sekitar 66 basis poin, dibandingkan sekitar 75 basis poin sebelumnya. Kondisi ini memberi ruang bagi ekonomi untuk mengkaji dampak kenaikan minyak dan dinamika pasar tenaga kerja tanpa keterlambatan.
Gabungan kedua negara membuat EUR/GBP cenderung melemah terhadap EUR, meski beberapa faktor teknis tetap menjaga volatilitas. Karena perbedaan siklus kebijakan antara ECB dan BoE, pasangan mata uang ini tetap sensitif terhadap data inflasi dan komentar pejabat bank sentral. Secara umum, dinamika pasar saat ini lebih condong ke arah Pound yang tahan lebih kuat terhadap tekanan mata uang tunggal Eropa dalam jangka pendek.
Harga EUR/GBP berada di sekitar 0.8654 saat ini, menunjukkan tren penurunan berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini dipicu oleh kombinasi data inflasi yang mendukung narasi kenaikan suku bunga di zona euro dan kelekatan BoE pada jalur kebijakan yang lebih berhati-hati. Para pelaku pasar cenderung menimbang faktor fundamental berikutnya untuk menentukan arah jangka pendek saat ini.
Dengan sinyal jual yang muncul, level keuntungan dapat ditata secara ketat untuk menjaga rasio risiko terhadap imbalan. Target keuntungan disarankan di sekitar 0.8610 sementara stop loss bisa ditempatkan sekitar 0.8670 untuk menjaga margin proteksi. Rasio risiko terhadap imbalan yang diharapkan biasanya lebih dari 1:1.5 jika pergerakan mengikuti ekspektasi pasokan dan permintaan uang di pasar.
Selain faktor inflasi, situasi politik di Inggris juga bisa memicu perubahan sentimen pasar jika ada perkembangan signifikan. Ketidakpastian politik dapat memperlebar spread antara EUR dan GBP, menambah volatilitas jangka pendek. Pelaku pasar disarankan untuk memantau rilis data ekonomi utama berikutnya serta komentar pejabat bank sentral untuk menilai rekomendasi perdagangan lebih lanjut.